Kamis, 14 Mei 2026

Berita Banyumas

Solusi DPRD untuk Penyelesaian Kasus Koperasi NEU RSUD Banyumas

Tidak hanya membuat koperasi baru sebagai solusi, tetapi harus ada kejelasan tentang kerugian kas dan uang anggota yang hilang.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Banyumas
Wawan Yuwandha, anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Banyumas dari Fraksi PDI- Perjuangan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Komisi 3 DPRD Kabupaten Banyumas mendorong persoalan yang terjadi di dalam Koperasi NEU (Nyinau Ekonomi Utama) bisa diselesaikan dengan terang.


Tidak hanya membuat koperasi baru sebagai solusi, tetapi harus ada kejelasan tentang kerugian kas dan uang anggota yang hilang.


Anggota Komisi 3 DPRD Banyumas, Wawan Yuwandha SP mengatakan, komisi 3 sudah mengawal dan merespon persoalan itu sejak awal anggota dan mantan anggota minta difasilitasi oleh DPRD. 


Bahkan, berdasarkan disposisi pimpinan sampai terlaksana kegiatan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).


Alasan DPRD mendorong persoalan itu segera diselesaikan karena kekhawatiran akan mempengaruhi terhadap pelayanan masyarakat. 


"Itu yang kami khawatirkan, soal kinerja terhadap pelayanan masyarakat. Karena itu koperasi yang ada di RS pemerintah dan tidak terselesaikan selama bertahun-tahun," katanya kepada tribunbanyumas.com, Kamis (29/1/2026).


Legislator dari Fraksi PDI- Perjuangan itu menilai, persoalan tersebut mau tidak mau akan menyebabkan perpecahan di internal rumah sakit.


Di satu sisi mereka anggota koperasi, di sisi yang lain mereka memiliki hubungan kerja.


Mereka harus tetap profesional dan memisahkan urusan pekerjaan dan urusan koperasi.


"Ada hubungan kerja, antara kabid dan staf, antara direksi dan sebagainya. Sehingga kami mengawal dan memastikan tidak ada intervensi," ungkapnya.

Baca juga: Panen Melimpah Padi Inpari 49 di Bagung Kebumen, Sehektar Hasilkan 10,5 Ton


Selesaikan Secara Terang


Wawan mengungkapkan, pembentukan koperasi baru itu sebenarnya salah satu solusi.


Sehingga beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di RSUD Banyumas, bisa kembali berjalan. 


Selain itu, selama ini pasien rumah sakit jadi kesusahan untuk membeli pampers dan kebutuhan lain di rumah sakit karena koperasinya tidak jalan.


"Koperasi baru ini sebenarnya upaya dan solusi pertama dari trust anggota yang memang tidak bisa dibangun kembali. Kedua untuk menyelamatkan kegiatan yang dilakukan di RSUD Banyumas," ujarnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved