Jumat, 12 Juni 2026

Berita Banyumas

RSUD Ajibarang Hadirkan Layanan Bak Hotel, Pasien Disuguhi Aroma Kopi

Di RSUD Ajibarang, pasien tidak lagi disambut bau obat dan antrean panjang, melainkan aroma kopi, sofa empuk, pendingin ruangan, hingga area bermain

Tayang:
Tribun Banyumas
TRANSFORMASI RS AJIBARANG - Suasana ruang pendaftaran di RSUD Ajibarang, dalam tasyakuran hari jadi ke-19, Selasa (27/1/2026), RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas. RSUD Ajibarang melakukan transformasi besar-besaran dengan mengusung konsep pelayanan senyaman hotel dan mall, sekaligus memangkas proses layanan agar secepat perbankan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Siapa sangka, datang ke rumah sakit pemerintah kini bisa terasa seperti masuk ke hotel atau pusat perbelanjaan. 


Di RSUD Ajibarang, pasien tidak lagi disambut bau obat dan antrean panjang, melainkan aroma kopi, sofa empuk, pendingin ruangan sejuk, hingga area bermain anak.


RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas, melakukan transformasi besar-besaran dengan mengusung konsep pelayanan senyaman hotel dan mall, sekaligus memangkas proses layanan agar secepat perbankan.


Transformasi tersebut dirangkum dalam inovasi bertajuk "Sembilan Wali", yang menekankan kenyamanan pasien, efisiensi layanan, serta pendekatan psikologis dalam penyembuhan.


Direktur RSUD Ajibarang, dr. Noegroho Harbani, M.Sc., Sp.S, mengatakan rumah sakit harus berubah mengikuti ekspektasi masyarakat modern yang menuntut pelayanan cepat, ramah, dan nyaman.


"Kami ingin membuang kesan rumah sakit pemerintah itu lambat dan kaku. 


Kami ubah interior seperti rumah sakit swasta, sofa nyaman, AC dingin, kamar mandi bersih seperti hotel. 


Bahkan kami hadirkan aroma kopi agar kesan rumah sakitnya hilang, berganti seperti di mall," ujar dr. Noegroho kepada Tribunbanyumas.com dalam rilis dalam rangka memasuki hari jadi ke-19, Selasa (27/1/2026).


Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah penggunaan aromaterapi alami melalui kerja sama dengan gerai Roti Kopi.


Aroma kopi sengaja dihadirkan menciptakan rasa nyaman dan mengurangi kecemasan pasien.


Desain interior poliklinik juga diperbarui dengan konsep modern, ruang tunggu luas, sofa empuk, serta pendingin ruangan yang merata.


Tak hanya fisik bangunan, sistem manajemen rumah sakit (SIM RS) juga direformasi.


Sebelumnya proses administrasi berbelit, kini dipangkas menjadi tiga langkah praktis untuk meningkatkan efisiensi.


"Target kami pelayanan sekelas perbankan, cepat dan presisi," katanya.

Baca juga: Solusi untuk Korban Longsor Desa Sampang Kebumen, Jembatan Darurat hingga Relokasi


Di unit farmasi, waktu tunggu obat non-racikan yang sebelumnya bisa mencapai tiga jam kini ditargetkan di bawah 30 menit.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved