Senin, 4 Mei 2026

Cilacap

Usul Nama 'Serambi Nusakambangan' untuk Nol KM Cilacap, Bagus Gak?

Pemkab Cilacap siapkan Rp 4 miliar untuk lanjutan revitalisasi Kota Lama 2026. Pedestrian bakal tersambung ke stasiun.

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
Makin Cantik: Suasana warga menikmati sore di kawasan Titik Nol Kilometer Cilacap, Minggu (25/1/2026). Pemkab Cilacap menganggarkan Rp 4 miliar untuk menyambungkan jalur pedestrian kawasan ini hingga ke Stasiun Cilacap. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Cilacap melanjutkan revitalisasi kawasan Kota Lama/Heritage pada tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar dari APBD.
  • Fokus pembangunan tahun ini adalah menyambungkan jalur pedestrian hingga ke Stasiun Cilacap dan menyulap Gedung Graha Pemuda menjadi Gedung Kesenian.
  • Seniman lokal mengusulkan rebranding kawasan tersebut dengan nama "Serambi Nusakambangan" agar memiliki identitas kuat dibanding sekadar "Nol Kilometer".

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Wajah pusat Kabupaten Cilacap bakal semakin estetik.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap memastikan proyek revitalisasi kawasan Kota Lama atau Heritage Titik Nol Kilometer kembali berlanjut pada tahun 2026.

Tak tanggung-tanggung, dukungan anggaran sekitar Rp 4 miliar dari APBD telah disiapkan untuk mempercantik kawasan tersebut.

Baca juga: Titik Nol Jadi Magnet Baru di Cilacap, Pedestrian di Sekitar Harus Steril Pedagang

Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman menjelaskan, fokus penataan tahap lanjutan ini adalah memperkuat konektivitas bagi pejalan kaki.

Jalur pedestrian yang sudah ada akan diperpanjang hingga terhubung langsung dengan Stasiun Cilacap.

"Tahun ini penataan lanjutan pedestrian diarahkan ke sekitar Stasiun Cilacap, sekaligus penataan lapangan dan revitalisasi Gedung Graha Pemuda menjadi Gedung Kesenian Cilacap," kata Syamsul.

Proyeksi Gedung Graha Pemuda menjadi Gedung Kesenian diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi seni budaya yang menghidupkan suasana Kota Lama.

Tekanan Fiskal

Syamsul mengakui, sebenarnya Pemkab ingin menggenjot pembangunan lebih maksimal.

Namun, keterbatasan fiskal membuat alokasi anggaran harus disesuaikan.

"Inginnya kita maksimalkan di tahun 2026 ini, tetapi karena ada tekanan fiskal, sementara kita anggarkan sekitar Rp 4 miliar," jelasnya.

Sebagai informasi, pengembangan kawasan Kota Lama di sepanjang Jalan Ahmad Yani ini dirancang sebagai proyek jangka menengah (2025-2029) yang dikerjakan secara bertahap.

Usul Nama "Serambi Nusakambangan"

Sejak diresmikan akhir 2025 lalu, kawasan Titik Nol Kilometer telah menjadi magnet baru bagi warga.

Namun, Seniman Cilacap, Anshor Balasik memberikan masukan menarik.

Ia menilai kawasan ini butuh identitas yang lebih spesifik agar tidak "tenggelam" dengan nama Nol Kilometer yang ada di setiap kota.

"Saya pernah mengusulkan agar kawasan ini memiliki nama sendiri, yakni Serambi Nusakambangan.

Karena nol kilometer ada di banyak kota, tetapi Nusakambangan hanya ada di Cilacap," ujar Anshor.

Menurutnya, penamaan yang kuat seperti Malioboro (Yogya) atau Braga (Bandung) akan memperkuat citra Cilacap secara nasional.

Ia bahkan membayangkan Pulau Nusakambangan ke depan bisa memiliki ikon visual tulisan raksasa layaknya "Hollywood" yang bisa dilihat dari kawasan Kota Lama tersebut. (ray)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved