Berita Banyumas
Kesaksian Warga Kotayasa Banyumas Terdampak Puting Beliung, Angin Berputar Atap Rumah Terbang
angin berputar datang dari arah utara, mengangkat seng dan atap rumah hingga beterbangan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puting beliung yang menerjang Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/1/2026) sore, menyisakan kepanikan dan kerusakan ratusan rumah warga.
Dalam hitungan menit, angin berputar datang dari arah utara, mengangkat seng dan atap rumah hingga beterbangan.
Slamet (60), warga RT 3 RW 3 Desa Kotayasa sekaligus pemilik rumah yang terdampak, mengatakan kejadian berlangsung sangat singkat namun dampaknya luar biasa.
"Seng pada kebawa angin semua.
Angin datang dari arah utara, tiba-tiba sudah lihat ada seng berterbangan.
Anginnya sangat kencang berputar gitu," ujar Slamet kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (17/1/2026) pagi.
Menurut Slamet, awal mula kejadian ditandai dengan munculnya pusaran angin dari arah utara.
Warga yang melihat kejadian itu langsung keluar rumah sambil berteriak memperingatkan warga lainnya.
"Awal-awal pada lihat ada pusaran angin dari utara.
Kita keluar rumah sambil teriak ke warga lain.
Paling parah itu atap-atap rumah berterbangan," katanya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB waktu menjelang maghrib.
Saat kejadian, Slamet dan keluarganya masih berada di dalam rumah.
Mereka tidak mengungsi ke pos pengungsian, melainkan hanya berpindah ke rumah tetangga dan saudara.
Soal kerugian Slamet belum bisa memperkirakan tapi semetara dia hanya memperbaiki atap rumahnya saja.
Kesaksian serupa disampaikan Dila (24), warga RT 5 RW 3 Desa Kotayasa.
Ia menyebut angin puting beliung muncul sekitar pukul 17.00 WIB lebih, disertai hujan yang menurutnya tidak terlalu besar.
"Jam 17.00-an lebih, kaya hujan batu terus atap saya mau lepas tapi kayanya nggak jadi.
Terus angin itu muter di depan rumah saya besar banget, sekitar lima menit lebih," ujar Dila.
Dila mengatakan angin berputar tepat di depan rumahnya dan bergerak dari arah utara lalu menghilang ke arah selatan.
Setelah kejadian, seng-seng atap rumah warga berserakan di jalan.
"Waktu kejadian itu hujan tapi nggak begitu besar.
Angin datang dari arah utara, terus hilang ke arah selatan.
Abis kejadian seng berserakan di jalan," katanya.
Saat peristiwa berlangsung, Dila memilih bertahan di dalam rumah bersama ibu dan anaknya yang masih kecil karena takut keluar.
"Saya bertahan di dalam rumah karena takut, bareng sama ibu dan anak saya masih kecil.
Nggak berani keluar.
Ini baru pernah kejadian yang anginnya sampai besar banget," tuturnya.
Rumah Dila sendiri hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian seng depan.
Namun, rumah yang berada tepat di depan kediamannya mengalami kerusakan cukup parah.
"Rumah saya sih cuma kena seng depannya saja, tidak begitu parah.
Yang parah depan rumah saya itu atapnya lepas semua," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan, menyampaikan data sementara jumlah rumah terdampak angin puting beliung di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang.
Di RW 03, rumah terdampak tersebar di enam RT, yakni RT 11 sebanyak 17 kepala keluarga (KK), RT 03 sebanyak 29 KK, RT 02 sebanyak 29 KK, RT 04 sebanyak 43 KK, RT 05 sebanyak 35 KK, serta RT 01 sebanyak 3 KK.
Total terdampak di RW 03 mencapai 156 KK.
Selain itu, di RW 05 terdapat rumah terdampak di RT 07 sebanyak 9 KK dan RT 01 sebanyak 4 KK, dengan total 13 KK.
"Jumlah total rumah rusak mencapai 169 rumah," kata Dwi Irawan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara empat rumah lainnya mengalami rusak berat.
Camat Kecamatan Sumbang, Hermawan Novianto, mengatakan pascakejadian puting beliung, pihaknya langsung menggelar apel siaga bencana pada Sabtu pagi.
"Kejadian puting beliung paling hanya lima menit, tapi karena cuaca dan daerah titik tertinggi yang dilintasi angin, dampaknya cukup besar," ujar Hermawan.
Ia memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerusakan didominasi oleh atap dan seng rumah warga yang terlepas dan beterbangan.
"Tidak ada yang terluka, tapi atap atau sengnya berterbangan," katanya.
Hermawan menambahkan, tidak ada warga yang mengungsi ke pos pengungsian.
Namun, tercatat sebanyak 69 kepala keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah saudara.
"Tidak ada yang mengungsi, hanya 69 KK mengungsi ke tempat saudara," jelasnya.
Untuk mengantisipasi bahaya lanjutan, pada Jumat malam dilakukan pemadaman listrik di wilayah terdampak.
Langkah tersebut diambil karena terdapat sejumlah kabel listrik yang terlepas.
"Semalam juga dilakukan pemadaman listrik karena kabel-kabel juga ada yang terlepas untuk meminimalisir strum listrik," ucap Hermawan.
Baca juga: Pemain Muda PSIS Anggap Tiga Laga Kandang adalah Final
BPBD Banyumas akan menyiapkan dapur umum lapangan untuk membantu kebutuhan warga terdampak.
"Akan dibuat dapur umum lapangan yang disiapkan BPBD Banyumas untuk warga," katanya.
Hermawan menyebut kejadian puting beliung di wilayah pegunungan sebenarnya sudah beberapa kali terjadi.
Namun, dampak kerusakan rumah seperti di Desa Kotayasa baru kali ini dirasakan warga.
"Kejadian puting beliung area wilayah pegunungan sudah banyak terjadi, tapi kalau terdampak baru kali ini.
Kalau kemarin-kemarin kan hanya pohon tumbang," terangnya. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Puting-beliung-Banyumas-terjang-rumah.jpg)