Jasela
Kahmi Cilacap Dorong Pembentukan Provinsi Jawa Selatan
Wacana pembentukan Provinsi Jawa Selatan (Jasela) kembali didorong KAHMI Cilacap dan DPD RI demi atasi ketimpangan ekonomi. Simak alasannya.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Jawa memicu kembali wacana pembentukan Provinsi Jawa Selatan (Jasela).
- MD KAHMI Cilacap bersama Anggota DPD RI, Abdul Kholiq, mendorong pemekaran ini sebagai solusi pemerataan ekonomi yang konstitusional.
- Kabupaten Cilacap dinilai paling layak menjadi poros utama Jasela karena memiliki infrastruktur lengkap seperti bandara dan pelabuhan internasional.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Isu ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan di wilayah selatan Jawa kembali memantik wacana pembentukan daerah otonom baru, yakni Provinsi Jawa Selatan (Jasela).
Gagasan ini terus didorong oleh berbagai elemen masyarakat sebagai solusi pemerataan ekonomi kawasan.
Salah satu yang vokal menyuarakan hal ini adalah Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD Kahmi) Cilacap.
Baca juga: Abdul Kholik dan Bupati Cilacap Satu Suara: Jasela Harus Jadi Poros Ekonomi Baru
Mereka menilai Jasela bukan sekadar keinginan politis, melainkan kebutuhan strategis pembangunan kawasan.
Koordinator Presidium MD Kahmi Cilacap, Hamidan Majdi mengatakan, kajian mengenai hal ini sudah dilakukan sejak lama.
"Gagasan Jasela ini sudah lama kami kaji dan diskusikan," kata Hamidan, Rabu (14/1/2026).
Kawal Secara Konstitusional
Hamidan menyebut, wacana Jasela telah dikawal dari sisi regulasi oleh Anggota DPD RI, Abdul Kholiq.
Pembahasan pun telah melebar ke sejumlah daerah tetangga seperti Purbalingga, Banjarnegara, hingga Pangandaran, Jawa Barat.
"Perjuangan ini berjalan secara konstitusional.
Ini bagian dari perwujudan sila kelima Pancasila tentang Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegasnya.
Untuk memperkuat gagasan tersebut, Kahmi menggelar forum diskusi publik dengan melibatkan ormas lintas daerah dari Kebumen, Purworejo, hingga Banjar.
Rencananya, tindak lanjut konkret akan dilakukan dengan membentuk forum antar daerah dan mengundang DPR RI lintas fraksi.
"Kami ingin wacana ini dibahas bersama secara objektif. Ke depan akan ada pertemuan lanjutan," ujar Hamidan.
Cilacap Jadi Poros
Terkait peta kekuatan wilayah, Hamidan menilai Kabupaten Cilacap sangat memungkinkan menjadi poros utama atau ibu kota Jasela.
Hal ini didukung oleh ketersediaan infrastruktur strategis yang paling lengkap dibanding daerah sekitarnya.
"Cilacap satu-satunya kabupaten yang memiliki paket lengkap, ada bandara, pelabuhan, dan akses darat yang kuat," paparnya.
Selain itu, penggunaan istilah "Jasela" dipilih karena lebih menekankan pada kepentingan ekonomi kawasan ketimbang istilah "Banyumas Raya" yang kental nuansa etnis.
Konsep ini membuka peluang bergabungnya wilayah di luar keresidenan Banyumas, seperti Purworejo, Wonosobo, hingga Pangandaran.
"Jasela berbicara penguatan ekonomi wilayah. Poros Jasela mencakup kawasan Jawa Selatan," imbuhnya.
Senada, Anggota DPD RI Abdul Kholiq menegaskan bahwa pembentukan Jasela bertujuan mengurangi ketimpangan pembangunan di Pulau Jawa.
Menurutnya, sektor maritim dan pangan harus menjadi tumpuan ekonomi baru.
"Wilayah selatan tidak boleh terus tertinggal. Jasela harus menjadi kekuatan ekonomi baru," tandas Abdul Kholiq. (ray)
| Abdul Kholik dan Bupati Cilacap Satu Suara: Jasela Harus Jadi Poros Ekonomi Baru |
|
|---|
| BRISIK! Prof Aziz: Saatnya Potensi Ekonomi Jasela Diperhitungkan lewat Tol Pejagan-Cilacap |
|
|---|
| BRISIK! Harap-harap Cemas Menunggu Realisasi Jalan Tol Pejagan-Cilacap-Jogja |
|
|---|
| Senator Jateng-DIY Berkolaborasi Mengawal Pembangunan Jawa Bagian Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260114-Jalur-Selatan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.