Kamis, 23 April 2026

Berita Purbalingga

Pameran Temporer Museum Soegarda Purbalingga, Ada Wayang Suket yang Menarik Perhatian

Staf Museum Soegarda, Anita mengatakan, melalui pameran ini pihaknya ingin mengenalkan kembali sepuluh jenis OPK kepada masyarakat. 

Tribunnews.com/Farah Anis Rahmawati
Babat Onje — Staf Museum Soegarda Purbakawatja Purbalingga, Anita, saat memperlihatkan display Babat Onje yang menjadi salah satu OPK di Kabupaten Purbalingga, Rabu (26/11/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Menutup rangkaian Belajar Bersama di Museum, Museum Soegarda Purbakawatja Purbalingga menggelar sebuah pameran temporer yang mengajak pengunjung menjelajahi kembali kekayaan budaya daerah. 


Pameran yang akan digelar hingga Jumat (28/11/2025) itu, memiliki tema Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang tertuang dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Purbalingga. 


Staf Museum Soegarda, Anita mengatakan, melalui pameran ini pihaknya ingin mengenalkan kembali sepuluh jenis OPK kepada masyarakat. 


Menurutnya, selama ini banyak unsur budaya yang sesungguhnya dekat, namun belum banyak diketahui sebagai bagian dari kekayaan resmi kebudayaan di Purbalingga. 


"Sehingga kegiatan ini jadi salah satu ajang bagi kami untuk mengenalkan kembali bahwa banyak sekali kebudayaan yang sebenarnya ada di Purbalingga," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (26/11/2025). 


Salah satu yang paling menarik perhatian, katanya, adalah penampilan wayang suket. Selain sebagai salah satu OPK, wayang suket juga merupakan warisan budaya tak benda yang dimiliki oleh Kabupaten Purbalingga. 


"Selama ini masyarakat mungkin taunya wayang suket sebagai kerajinan. Nah hari ini kita buktikan bahwa wayang suket ternyata bisa dipentaskan sebagai media pertunjukan," terangnya. 


Menampilkan OPK yang Bisa Dicoba Langsung


Selain area display di dalam museum yang memamerkan OPK berbasis koleksi, area luar museum juga dirancang lebih interaktif. Pengunjung bisa mencoba langsung berbagai aktivitas budaya, mulai dari membatik naga tapa, melihat langsung bahan ritus jamasan, set sesaji, alat dan bahan tradisi hingga permainan rakyat dan olahraga tradisional. 


"Semua display yang dipilih merupakan representasi dari sepuluh OPK di Purbalingga. Mulai dari bahasa, tradisi lisan, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional seperti wayang suket, kesenian, manuskrip seperti replika Babat Onje, permainan rakyat dan olahraga budaya serta satu unsur cagar budaya," jelasnya. 


Lebih Lanjut, Anita mengatakan pameran ini tidak hanya sekedar menjadi ajang perkenalan, tetapi juga ruang dialog dengan para pengunjung. 


Pengunjung yang datang dipersilahkan untuk memberikan masukan apabila terdapat tradisi ataupun unsur budaya lain yang belum tercatat. 


"Selain kita ingin masyarakat lebih mengerti budaya apa saja yang ada di Purbalingga, kita juga sangat terbuka apabila ada masyarakat yang ingin memberi masukan terkait tradisi, ritus dan lain sebagainya, yang mungkin sebenarnya ada di Purbalingga. Ini diperlukan juga sebagai salah satu pemutakhiran data bagi kami," katanya. 


Pihaknya pun berharap agar pameran ini mampu membuat masyarakat lebih memahami kebudayaan daerahnya, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap unsur-unsur budaya dalam kehidupan sehari-hari yang dapat terus dimajukan dan dilestarikan bersama.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved