Minggu, 12 April 2026

Kebumen Berdaya

Lebih dari Selembar Kain, Batik Pegon dari Kebumen Jadi Terapi dan Media Kampanye Inklusivitas

Di Rumah Inklusif, proses membatik menjadi momen interaksi orang tua dan anak berkebutuhan khusus.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUN BANYUMAS/ AGUS ISWADI
KARYA DAN KAMPANYE, Ketua Rumah Inklusif, Muinatul Khoiriyah, menjelaskan salah satu motif batik pegon di Kebumen, Senin (29/9/2025). Batik ini menjadi media terapi sekaligus kampanye nilai-nilai inklusivitas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Di sebuah pendopo sederhana di Desa Kembaran, Kecamatan Kebumen, lahir karya-karya luar biasa.

Bukan sekadar kain bermotif, batik pegon hasil karya anggota Rumah Inklusif Kebumen ini menyimpan cerita perjuangan, terapi, sekaligus menjadi media kampanye.

Rumah Inklusif, yang dikelola pasangan suami istri Ahmad Murtajib dan Muinatul Khoiriyah, menjadi wadah bagi para keluarga dengan anggota berkebutuhan khusus untuk berkarya.

Baca juga: Batik Solo Sukses Ciptakan Lapangan Kerja, Ekspansi Global dengan Shopee

Ketua Rumah Inklusif, Muinatul Khoiriyah atau Iin, menceritakan kegiatan membatik ini dimulai pada 2016 setelah seorang tamu berbagi ilmu.

"Kita uri-uri (lestarikan) menjadi sebuah kegiatan bersama," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (29/9/2025).

Terapi Lewat Canting 

Iin mengakui, proses membatik dengan canting tidaklah mudah bagi anak-anak dengan keterbatasan gerak.

Namun, justru di situlah nilai terapinya muncul.

Proses membatik menciptakan interaksi mendalam antara orang tua dan anak.

"Yang tadi katakan orang tua emosional menghadapi anaknya, ternyata seperti terapi. Orang tua memegang tangan anaknya saat memegang canting," terangnya.

Kampanye Nilai Inklusif 

Seiring waktu, gagasan pun berkembang.

Batik yang dihasilkan tidak hanya menjadi sebuah karya, tetapi juga medium untuk menyebarkan pesan positif kepada masyarakat luas.

"Batik ini sebagai karya yang bisa mengedukasi, mengenalkan, mengkampanyekan nilai-nilai inklusif, cinta kasih dan kehidupan sesama," ungkap Iin.

Kini, ada 16 motif batik pegon yang telah bersertifikat Kemenkumham.

Karya-karya ini bahkan telah berkolaborasi dengan desainer nasional dan dipamerkan hingga ke London dan Turki. (Ais)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved