Senin, 27 April 2026

Berita Cilacap

Bupati Cilacap Lakukan Rotasi Jabatan, 17 Pejabat Tinggi Pratama Dilantik

Syamsul juga mendorong pejabat yang baru dilantik untuk membuka ruang kerja sama dengan investor.

Rayka Diah Setianingrum
Pelantikan OPD - Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman melantik 17 pejabat eselon II di Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Jumat (26/8/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, melantik 17 pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jumat (26/9/2025).


Pejabat yang dilantik antara lain Ahmad Nurlaeli sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bambang Tujiatno sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, dan Arida Puji Hastuti sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.


Selain itu, Ferry Adi Dharma dipercaya sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Bayu Prahara sebagai Kepala BKPSDM, serta Bintang Dwi Cahyono sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik.


Budi Santosa menempati posisi Asisten Administrasi Umum Setda, sementara Hamzah Syafrudin dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap.


Jarot Prasojo resmi menjabat Kepala Badan Kesbangpol, Luhur Satrio Muchsin sebagai Kepala Bapenda, serta Mochamad Ichlas Riyanto sebagai Kepala Dinas Sosial PPPA.


Paiman dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, disusul Sigit Widyanto yang kini menjabat Kepala Dinas Pertanian.


Sri Murniyati menempati jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.


Sumbowo dipercaya menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, sedangkan Taryo resmi dilantik sebagai Kepala Pelaksana BPBD.


Satu pejabat lainnya, Basuki Priyo Nugroho, kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Cilacap.


Syamsul mengatakan, pelantikan pejabat eselon II ini merupakan bagian dari penataan birokrasi dan strategi perencanaan kepegawaian.


"Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari penataan birokrasi agar kinerja pemerintahan semakin optimal," kata Syamsul.


Ia menegaskan para pejabat baru harus cepat menyesuaikan diri dengan prioritas pembangunan, bekerja keras, dan berinovasi menghadapi tantangan keuangan daerah.


"Kita menghadapi berkurangnya dana transfer sebesar Rp393 miliar, sehingga kepala perangkat daerah harus mampu mencari solusi dengan meningkatkan PAD," tegasnya.


Syamsul juga mendorong pejabat yang baru dilantik untuk membuka ruang kerja sama dengan investor.


"Kita harus berani menggandeng investor agar aset daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Baca juga: 132 Koperasi Merah Putih di Kudus Siap Beroperasi, Ini Sumber Modal dan Rencana Usahanya

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved