Berita Karanganyar

Lawu Internasional Gamelan Festival di Karanganyar Dimeriahkan Peserta dari Perancis

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Rustam Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MAIN GAMELAN -Grup Pantcha Indra dari Perancis tampil dalam LIGF di kawasan Kebun Hanoman Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar pada Minggu (10/8/2025) malam.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Lawu Internasional Gamelan Festival (ILGF) 2025 berlangsung cukup meriah pada Minggu (10/8/2025) sore.

Suara alunan gamelan mengalun merdu di kawasan perkampungan Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Event pagelaran musik tradisional Indonesia, itu dimainkan oleh beberapa kelompok.

Sejumlah seniman gamelan turut memeriahkan event perdana yang digelar di Kebun Hanoman selama dua hari mulai Sabtu-Minggu (9-10/8/2025) itu.

Mereka datang dari Karanganyar, Sragen, Pacitan, Nganjuk, Banyuwangi, Banyumas, Salatiga, dan bahkan dari Perancis.

Hujan seolah tak mampu menghentikan antusias masyarakat menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional itu.

Tepuk tangan dari penonton mengiringi grup Pantcha Indra asal Perancis naik ke atas panggung.

Mereka tampak piawai memaikan alat musik tradisional Indonesia itu.

Peserta asal Perancis, Christophe (47) merasa senang dapat tampil di tempat terbuka dalam ILGF kali ini.

Karena biasanya dia bersama anggota grup Pantcha Indra latihan dan memainkan gamelan di ruangan tertutup saat berada di negaranya.

Baca juga: WHC UIN Walisongo Digandengn BI Kediri Selenggarakan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal

Ada 19 orang warga Perancis yang tampil dalam event kali ini.

"Saya kepengen setiap tahun mengundang teman-teman ke Indonesia biar melihat akarnya gamelan," katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu sore.

Menurutnya, acara ini menjadi kesempatan bagi grupnya untuk dapat bertemu dengan kelompok gamelan lain yang ada di Indonesia. Bagi laki-laki itu, gamelan merupakan alat musik yang istimewa karena dimainkan secara kolektif. Lebih dari itu, terangnya, gamelan merupakan alat musik yang kaya.

"Bisa digabungkan dengan, tari, wayang kulit teater, sastra, puisi. Jadi musik yang tidak kotak-kotak," terangnya.

Dia menceritakan, belajar gamelan di Indonesia sejak tahun 2004 hingga 2009. Mulai dari belajar memainkan kendang, saron, siter dan lainnya. Kemudian dia bersama temannya mendirikan kelompok yang diberi nama Pantcha Indra pada 2011 lalu.

Halaman
12

Berita Terkini