"Kami akan memberikan dukungan penuh kepada Yuran Fernandes."
"Apa yang dia unggah di akunnya di Instagram merupakan ungkapan kekecewaan pribadi, yang justru seharusnya dapat juga dijadikan bahan refleksi bagi banyak pihak di sepak bola Indonesia," kata Achmad Jufriyanto, dilansir BolaSport.com dari laman resmi APPI.
Lapor FIFA
Dukungan kepada Yuran tak hanya berbentuk pernyataan.
Presiden APPI Andritany Ardhiyasa mengatakan, pihaknya sedang berupaya melaporkan hal ini ke FIFA.
Semua bertujuan demi mencari keadilan bagi Yuran Fernandes.
"Selain itu, APPI juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan FIFPRO serta FIFPRO Divisi Asia/Oceania untuk dapat segera melaporkan hal ini kepada FIFA."
"Guna mencari dan memperjuangkan jalan keluar yang adil bagi Yuran Fernandes," kata Andritany Ardhiyasa.
Baca juga: PSSI Rencanakan TC Timnas Indonesia di Bali Jelang Laga Kontra China dan Jepang
Dukungan kepada Yuran juga digalang warganet di media sosial.
Menggunakan tagar #KamiBersamaYuran, mereka mencari dukungan di dunia maya.
Bahkan, media internasional turut memberitakan sanksi berat dari Komisi Disiplin PSSI kepada Yuran itu.
"Bek PSM Makassar digantung 12 bulan akibat kritik bola sepak Indonesia," demikian judul Makanbola.com yang berbasis di Malaysia.
Media Theaseanfootball, di media sosial, menyatakan, hukuman itu terlalu berat.
"Sanksi larangan bermain satu tahun adalah hukuman berat, PSSI saat ini sedang mengajukan banding," tulis @Theaseanfootball.
"Bagaimana pendapatmu terhadap hukuman ini? terlalu kejam atau adil?" lanjut unggahan itu.
Komentar dalam unggahan tersebut terlihat turut mendukung agar tingkah PSSI didengar masyarakat luar negeri.