Bagi peserta didik yang beragama selain Islam, dianjurkan melaksanakan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Kebijakan ini hampir serupa dengan Ramadhan tahun sebelumnya.
Baca juga: Datangi Rapat Kreditur di PN Semarang, Presdir Sritex Iwan Lukminto Komitmen Selamatkan Perusahaan
Menurut Mu’ti, pembelajaran selama Ramadhan 2025 tetap dilaksanakan karena setelah pandemi Covid-19, siswa mengalami learning loss yang cukup serius, sehingga butuh pemulihan.
”Kita ingin peningkatan kualitas pembelajaran dapat dipertahankan, kemudian juga bagaimana murid-murid kita tetap bisa belajar dengan baik walaupun di bulan suci Ramadhan,” kata dia. (kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekolah Masuk 14 Hari Selama Ramadhan, Bagaimana Jam Pelajarannya?"
Baca tanpa iklan