“Untuk tahap awal kami sasar perumahan subsidi dan mencantumkan adanya biopori dalam kriteria pembangunan perumahan di setiap kabupaten kota sebagai indikator rumah sehat,” tuturnya.
Menyoal kontrol, Arief mengatakan akan melakukan register pada perumahan yang sudah menerapkan regulasi biopori.
Target penerapan sistem rumah sehat dengan biopori di Jateng dikatakannya akan terus ditingkatkan.
Namun tahap awal pelaksanaan rumah sehat melalui metode biopori hingga kini mencapai 1.900 rumah.
“Ribuan rumah tersebut sudah diserah terimakan ke masyarakat melalui program yang dilaksanakan Pemprov Jateng. Ke depan, semua perumahan di Jateng yang dibangun harus dilengkapi biopori,” tambahnya.