TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Warga Islam Kejawen Grumbul (Dusun) Kalitanjung, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, baru merayakan Lebaran hari ini, Minggu (23/4/2023).
Ketua 2 Paguyuban Kesepuhan Kejawen Kalitanjung Desa Tambaknegara, Ki Pujo Kuato mengatakan, penentuan Lebaran berdasarkan hitungan kalender Alip Rebo Wage (Aboge).
Hasilnya, 1 Syawal jatuh pada hari Minggu Wage, 23 April 2023.
"Perhitungan ini sudah dilaksanakan secara turun temurun dari nenek moyang kami."
"Prosesi acara, setiap tahun, semakin banyak yang mengikuti, baik dari anak cucu yang pulang dari rantau maupun para tamu yang hadir dari luar daerah," jelasnya dalam rilis yang diterima, Minggu.
Baca juga: FKUB Banyumas Amankan Salat Id di Korem 071 Wijayakusuma, Danrem: Ini Wujud Toleransi dan Kerukunan
Sementara, pegiat budaya milenial Rawalo, David Okta Nugraha menjelaskan, prosesi acara Lebaran dimulai Sabtu malam pukul 19.00 WIB.
Acara dimulai dengan mengarak pusaka berupa tombak dari Balemalang menuju kediaman kepala Desa Tambaknegara yang berjarak 750 meter.
"Pusaka Tombak diarak oleh para kiai dan nyai Kasepuhan Kejawen Kalitanjung beserta masyarakat dengan membawa obor tanpa bersuara atau yang dikenal tapa bisu."
"Sesampai di rumah kepala desa, pusaka tombak disemayamkan dan dimulai acara takbir bersama para penganut ajaran Islam kejawen," imbuhnya.
Kemudian, di hari Minggu, dilanjut prosesi ritual penjemputan pusaka oleh para sesepuh dari kediaman kepala Desa Tambaknegara.
Selanjutnya dijamas bersama pusaka pusaka lain yang ada di Bale malang Kalitanjung.
Baca juga: Sopir Mobil Nekat Masuk Jalur Kereta di Sumpiuh Banyumas karena Berhalusinasi, Merasa Dikejar Orang
Acara pengarakan pusaka ini juga dihadiri Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Sadewo mengungkapkan, Indonesia memiliki beragam warisan budaya adiluhung yang harus dilestarikan dan selanjutnya akan diperkenalkan kepada generasi muda bangsa.
Karena keberagaman budaya Banyumasan menambah khasanah budaya Indonesia dan akan terus dijaga kelestariannya.
"Budaya Kejawen Kalitanjung yang mengadakan ritual takbiran yang diawali kirab pusaka menunjukan komitmen para kesepuhan Kejawen Kalitanjung yang hingga saat ini masih tetap teguh dalam memegang adat istiadat budaya kejawen yang adiluhung," kata Sadewo. (*)
Baca juga: Bikin Risih! Nomor Telepon Mengaku Petugas PLN Minta Pelanggan di Tegal Kirim Foto
Baca juga: Partai Hanura Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, OSO: Seluruh Cabang dan DPD di Indonesia Sepakat