TRIBUNBANYUMAS.COM - Hingga Sabtu (4/3/2023) dini hari BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat kebakaran hebat di Depo Pertamina Plumpang yang berlokasi di Jalan Tanah Merah Bawah RT 012 RW 09, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Jumat (3/3/2023) malam.
Lebih lanjut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 49 orang mengalami luka bakar yang berat dan 2 orang mengalami luka bakar sedang.
Menurut penuturan warga, api diketahui melalap pipa bensin Pertamina dan rumah warga.
Baca juga: Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 13 Orang Meninggal, 24 Orang Dirawat, 600 Orang Mengungsi
Baca juga: Buka Suara soal Depo Plumpang Terbakar, Pertamina: Penyebab Kebakaran Masih Diinvestigasi
Baca juga: Warga Mendengar Dua Ledakan sebelum Depo Pertamina Plumpang Terbakar
Baca juga: BREAKING NEWS: Depo Pertamina di Plumpang Terbakar, 31 Unit Damkar Dikerahkan
Sementara itu Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Rahmat Kristantio mengatakan, dari 17 orang korban tewas, 15 di antaranya orang dewasa, dua lainnya anak-anak.
"Dari data yang ada, 17 orang tewas di mana dua di antaranya merupakan anak-anak," kata Rahmat di lokasi.
Belasan korban tewas sudah dilarikan ke RSUD Tugu Koja dan sebagian lainnya ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Sementara itu, korban luka mencapai sebanyak 50 orang dan sudah dirujuk ke lima rumah sakit terdekat.
Rahmat mengatakan, hingga Sabtu (4/3/2023) dini hari pukul 00.00 WIB, api yang membakar area Depo Pertamina Plumpang sudah padam total.
Namun, penyalaan masih ada di sekitar permukiman warga Tanah Merah, Koja, yang berdekatan dengan titik awal kebakaran.
"Kami masih melakukan pemadaman di lokasi rumah warga yang terdampak karena masih ada penyalaan," kata Rahmat.
Posko Koramil 01 Koja Catat 3 Anak-anak Tewas
Sementara itu Posko Koramil 01 Koja mencatat jumlah korban jiwa akibat kebakaran Depo Pertampima Plumpang sebanyak 13 orang hingga Sabtu (4/3/2023) dini hari.
Sepuluh dari 13 korban meninggal itu terdiri dari orang dewasa, sementara tiga lainnya anak-anak.
Untuk korban luka, jumlahnya mencapai 50 orang dengan rincian 49 dewasa, dan satu anak-anak.
Saat ini, puluhan korban luka tengah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit yang di antaranya Rumah Sakit Koja, Tugu, Pelabuhan, Pertamina, dan RS Cipto Mangungkusumo.