Google berasumsi, pertumbuhan pesat pada 2021 akan bertahan dan berlanjut di periode-periode selanjutnya.
Makanya, Google memutuskan untuk menambah jumlah karyawan demi bisa mengekspansi layanannya.
Bila tak menambah karyawan, Google khawatir bakal tertinggal di banyak area dari pesaingnya.
Namun, perhitungan Google meleset. Sehingga Google harus berhitung ulang dan merumahkan 12.000 pegawainya pada awal 2023 ini.
"Selama dua tahun belakangan, kami melihat ada pertumbuhan yang sangat signifikan. Untuk menunjang pertumbuhan tersebut, kami sempat melakukan banyak perekrutan," ujar Pichai, dikutip KompasTekno dari BlogGoogle, Sabtu (21/1/2023).
"Namun, ternyata, kondisi ekonomi saat ini tidak sebagus kondisi ekonomi pada saat kami merekrut banyak orang ke Google," imbuh Pichai.
Bukan Dipilih Acak
Laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa PHK Google ini tampak terjadi secara acak alias random. Mengingat pegawai dengan kinerja bagus atau pegawai senior juga kena layoff. Namun, Sundar Pichai membantah hal ini.
"Prosesnya (penentuan siapa yang di-PHK) jauh dari kata random," kata bos Google sebuah rapat internal Google.
Pichai mengungkapkan, sebelum mem-PHK 12.000 Googlers (sebutan pegawai Google), ia sudah berkonsultasi dengan para pendiri dan pemegang saham mayoritas, Sergey Brin dan Larry Page, serta dewan direksi Google.
Selain itu, Google juga melibatkan 750 pemimpin senior dalam proses PHK massal ini dan butuh beberapa minggu untuk menentukan siapa yang akan diberhentikan.
"Idealnya, kami akan memberikan pemberitahuan kepada para manajer (soal timnya yang di-PHK) tetapi kami memiliki lebih dari 30.000 manajer di Google," kata Chief People Officer Google, Fiona Cicconi yang hadir dalam rapat internal yang sama.
"Jadi bakal butuh waktu berbulan-bulan untuk mengambil keputusan PHK. Sedangkan kami ingin kepastian lebih cepat," lanjut dia.
Baca juga: Gara-gara Corona, Google Minta Karyawan Kerja dari Rumah Hingga Juni 2021
Baca juga: Lupa Lirik Hanya Ingat Nada? Cari Lagu Na Na Na Lebih Mudah Lewat Fitur Hum To Search Milik Google
Cicconi juga menyampaikan, Google memiliki terlalu banyak pegawai di area yang tak terlalu penting. Makanya, Google mem-PHK 12.000 Googlers dengan mempertimbangkan "keterampilan, lama bekerja, pengalaman, indikator produktivitas seperti kuota penjualan dan riwayat kinerja", sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Yahoo Finance, Rabu (25/1/2023).
Bonus Dipotong