Selasa, 14 April 2026

Nelayan Cilacap

Hadapi Ancaman Badai Tropis, Nelayan Cilacap Dibekali Senjata Digital Pelacak Ikan dan Cuaca BMKG

Sebanyak 70 nelayan mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar BMKG. Mereka diajari memakai aplikasi INAWIS.

TRIBUN BANYUMAS/ RAYKA DIAH SETIANINGRUM
SEKOLAH CUACA NELAYAN: Suasana kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2025 yang diikuti oleh 70 nelayan di Kabupaten Cilacap, Jumat (22/8/2025). Kegiatan yang digelar oleh BMKG ini bertujuan untuk meningkatkan literasi cuaca dan iklim para nelayan agar lebih aman dan produktif saat melaut. (Tribun Banyumas/Rayka Diah) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem dan perubahan iklim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membekali para nelayan di Cilacap dengan literasi digital.

Melalui kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar Jumat (22/8/2025), sebanyak 70 nelayan diajari cara memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keselamatan dan produktivitas saat melaut.

Baca juga: Kabar Baik bagi Warga Jateng Selatan, BMKG Pasang Radar Cuaca di Cilacap, Bisa Deteksi Dini Badai

Bekal Aplikasi Pelacak Ikan dan Cuaca 

Plt Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan, salah satu materi utama dalam sekolah lapang ini adalah pelatihan penggunaan aplikasi digital INAWIS atau Weather Information for Shipping.

"Aplikasi ini memberi informasi kondisi gelombang, angin, arus laut, bahkan hingga titik kumpul ikan, sehingga nelayan bisa merencanakan melaut lebih aman sekaligus produktif," ujar Dwikorita.

Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim 

Dwikorita menegaskan, kelompok yang paling terdampak dari perubahan iklim adalah petani dan nelayan, karena mata pencaharian mereka berinteraksi langsung dengan atmosfer dan samudera.

Fenomena seperti hujan ekstrem hingga badai tropis kini mengintai di samudera.

"Nelayan perlu beradaptasi dan memahami prediksi cuaca agar tetap selamat," tegasnya.

Oleh karena itu, penyebaran informasi cuaca dan iklim melalui teknologi seperti aplikasi INAWIS menjadi sangat krusial.

"Tujuan sekolah lapang ini adalah menjaga ketahanan pangan. Meskipun cuaca ekstrem makin sering terjadi, swasembada (pangan dari laut) harus tetap terjaga," jelasnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Cilacap, Djarot Prasojo, yang turut hadir, berharap para nelayan dapat benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh agar manfaatnya bisa dirasakan langsung.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved