Nelayan Cilacap
Hadapi Ancaman Badai Tropis, Nelayan Cilacap Dibekali Senjata Digital Pelacak Ikan dan Cuaca BMKG
Sebanyak 70 nelayan mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar BMKG. Mereka diajari memakai aplikasi INAWIS.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem dan perubahan iklim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membekali para nelayan di Cilacap dengan literasi digital.
Melalui kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar Jumat (22/8/2025), sebanyak 70 nelayan diajari cara memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keselamatan dan produktivitas saat melaut.
Baca juga: Kabar Baik bagi Warga Jateng Selatan, BMKG Pasang Radar Cuaca di Cilacap, Bisa Deteksi Dini Badai
Bekal Aplikasi Pelacak Ikan dan Cuaca
Plt Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan, salah satu materi utama dalam sekolah lapang ini adalah pelatihan penggunaan aplikasi digital INAWIS atau Weather Information for Shipping.
"Aplikasi ini memberi informasi kondisi gelombang, angin, arus laut, bahkan hingga titik kumpul ikan, sehingga nelayan bisa merencanakan melaut lebih aman sekaligus produktif," ujar Dwikorita.
Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim
Dwikorita menegaskan, kelompok yang paling terdampak dari perubahan iklim adalah petani dan nelayan, karena mata pencaharian mereka berinteraksi langsung dengan atmosfer dan samudera.
Fenomena seperti hujan ekstrem hingga badai tropis kini mengintai di samudera.
"Nelayan perlu beradaptasi dan memahami prediksi cuaca agar tetap selamat," tegasnya.
Oleh karena itu, penyebaran informasi cuaca dan iklim melalui teknologi seperti aplikasi INAWIS menjadi sangat krusial.
"Tujuan sekolah lapang ini adalah menjaga ketahanan pangan. Meskipun cuaca ekstrem makin sering terjadi, swasembada (pangan dari laut) harus tetap terjaga," jelasnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Cilacap, Djarot Prasojo, yang turut hadir, berharap para nelayan dapat benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh agar manfaatnya bisa dirasakan langsung.
| Bukan Usulan Pemprov, 3.741 SPPG di Jateng Bakal Terima Motor Listrik dari BGN |
|
|---|
| Petani Tertimpa Longsor hingga Hanyut di Sungai Bogowonto Wonosobo Meninggal |
|
|---|
| Pemotor yang Jatuh di Sungai Pelus Purwokerto Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Preman Ormas Peras PKL Jalan Sunan Muria Kudus, Minta Rp 30 Juta hingga Korban Trauma |
|
|---|
| Gurita Bisnis Rita Group, Akuisisi Moro Purwokerto Rp 120 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250822-suasana-sekolah-lapang-cuaca-nelayan-bmkg-di-cilacap.jpg)