Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banyumas

Program MBG di Banyumas Banjir Keluhan, Kepala SPPG Pilih Bungkam

Upaya Tribunbanyumas.com untuk meminta klarifikasi contohnya dari Kepala SPPG Gor Satria, Amira, tidak membuahkan hasil

Tayang:
Permata Putra Sejati/ Tribunbanyumas.com
SPPG MBG - Suasana di halaman depan SPPG Gor Satria, Purwokerto, salah satu SPPG Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyumas, Jumat (22/8/2025). Di tengah sorotan publik dan keluhan dari sekolah maupun orangtua, jajaran pelaksana program di lapangan, khususnya para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tampak minim respons. 


Sayurnya ketika akan dimakan jadi layu dan kurang fresh," jelas Menik.


Ia menegaskan makanan dalam kondisi kurang layak tidak akan diberikan kepada siswa.


"Kalau mendapati sayur dalam kondisi nggak bagus dan kurang fresh, saya bilang ke anak, tidak usah dimakan," ujarnya.


Menik menambahkan pihak sekolah menjaga komunikasi intensif dengan penyedia makanan MBG, terutama bila ditemukan lauk yang tidak layak atau susu yang menggumpal.


Di sisi siswa, keluhan terutama datang dari anak-anak kelas bawah yang masih belum terbiasa dengan pola makan sehat. 


Sementara siswa kelas 4 hingga 6 dinilai sudah bisa menyesuaikan diri. 


Menik menyebutkan, anak-anak dari keluarga kurang mampu sangat terbantu, namun mereka yang berasal dari keluarga berkecukupan kerap merasa makanan kurang cocok.


Di jenjang lebih tinggi, SMKN 2 Purwokerto yang sudah menerima program sejak 13 Januari 2025, juga menyampaikan keluhan. 


Yosafat Arunaseta, siswa di sekolah tersebut mengeluhkan porsi yang kurang, menu yang monoton, dan keterlambatan distribusi makanan.


"Kadang porsinya kurang, menunya juga gitu-gitu aja, dan sering telat datangnya," kata Yosafat.

Baca juga: Serunya Grebeg Gunungan di Hari Jadi Kebumen ke 396, Apipah Senang Dapat Sabun


Ia juga menyoroti rasa makanan yang dianggap tidak konsisten.


"Aku kurang suka sama sayurannya, agak hambar. Kadang lauknya asin banget, kadang juga nggak ada rasanya," ujarnya.


Sebelum ada MBG, mayoritas siswa di SMKN 2 membawa bekal sendiri karena keterbatasan fasilitas kantin. 


Kini, meski merasa terbantu, mereka masih mempertahankan kebiasaan membawa makanan dari rumah.


Kasus paling mencolok terjadi di SMAN 2 Purwokerto, ketika ditemukan roti sandwich berjamur dan kotak makan masih bau sabun. 

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved