Berita Semarang
Kisah Niken Tertimpa Alat Berat 70 Ton di Semarang: Setengah Jam Terjepit
"Rasanya seperti gempa," kata Niken yang tertimpa reruntuhan rumahnya di Semarang saat alat berat terguling menimpanya.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Malam bagi Niken (38) berubah dari tidur nyenyak menjadi mimpi buruk yang nyata.
Guncangan hebat yang ia kira gempa bumi ternyata adalah sebuah alat berat seberat 70 ton yang menghantam rumahnya hingga hancur.
Ia tengah terlelap bersama anaknya di kamar belakang rumahnya di Jalan Gotongroyong, Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Semarang, saat insiden maut itu terjadi.
Baca juga: Truk Terguling di Turunan Gombel Semarang, Muatan Alat Berat Timpa Rumah Warga
“Kayak gempa rasanya,” kenang Niken dengan suara masih bergetar saat ditemui di dekat lokasi kejadian, Senin (11/8/2025).
Dalam hitungan detik, dinding kamarnya ambruk.
Material bangunan langsung menimpa dan menjepit setengah badannya. Ia terperangkap dalam kegelapan, debu, dan rasa sakit yang menusuk.
Selama hampir setengah jam, Niken tak bisa bergerak.
“Sakit di kepala masih terasa sampai sekarang. Punggung juga nyeri. Waktu itu saya cuma bisa berdoa anak saya selamat,” ujarnya.
Di tengah kepanikan dan nafas yang memburu, ia samar-samar mendengar suara ayahnya, Sumardi, memanggil-manggil namanya.
Tak lama, keluarga dan warga sekitar bahu-membahu menyingkirkan puing-puing dan menariknya keluar dari reruntuhan.
Seolah sebuah pertanda, Niken mengaku merasakan firasat aneh beberapa jam sebelum kejadian.
Selepas salat Isya, hatinya tiba-tiba merasa gundah dan sedih tanpa sebab.
“Entah kenapa, rasanya seperti mau nangis saja. Siangnya memang ada kecelakaan kecil di dekat sini, solar tumpah. Eh, malamnya, apesnya malah menimpa rumah saya,” tuturnya pelan.
Firasat rupanya juga datang lewat mimpi. Ayah Niken, Sumardi, menceritakan bahwa salah satu anaknya yang lain sempat bercerita tentang mimpi aneh sebelum musibah terjadi.
"Anak saya yang satunya itu sempat mimpi, dia bilang ke saya, 'Pak, rumah Bapak kok gelap, tapi banyak orang yang datang ke situ'. Ternyata kejadian ini maksudnya," kata Sumardi dengan tatapan menerawang.
Kini, keluarga tersebut hanya bisa pasrah melihat rumah yang menjadi tempat bernaung mereka hancur, sambil berharap ada pertanggungjawaban dari pihak terkait.
| Dahului Tren Nasional, Undip Guyur Rp6 Miliar Per Tahun untuk Makan Bergizi Gratis Mahasiswa |
|
|---|
| Kecelakaan Truk Kembali Terjadi di Silayur Ngaliyan, Wali Kota: Butuh Rp 60 M Perbaiki Jalur Maut |
|
|---|
| Kecelakaan di Turunan Silayur Semarang Libatkan 4 Kendaraan dan Gerobak Cilok, Korban Tiga Orang |
|
|---|
| Kecelakaan Hebat di Depan Ruko Segitiga Mas Ngaliyan: Truk Melintang, Jalur Macet Parah |
|
|---|
| Dipicu Rebutan Layangan Putus, Puluhan Remaja di Semarang Utara Terlibat Tawuran Brutal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250811-ALAT-BERAT-TIMPA-RUMAH.jpg)