Berita Jateng
Mayat Terikat Tali di Jurang di Pati Diduga Korban Pembunuhan
Polisi telah menangkap dua orang yang diduga terkait kasus penemuan mayat laki-laki di Dukuh Guyangan, Desa Purwokerto
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Polisi telah menangkap dua orang yang diduga terkait kasus penemuan mayat laki-laki di Dukuh Guyangan, Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen, Pati
Jenazah pria tersebut ditemukan di dasar jurang sedalam 20 meter di jalan penghubung Beketel–Purwokerto.
Korban ditemukan tanpa busana dengan tali tambang mengikat leher dan kaki. Hal ini membuat polisi menduga kuat lelaki tersebut merupakan korban pembunuhan.
Dua orang terduga pelaku telah ditangkap dan saat ini, Minggu (27/7/2025) masih dalam pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polresta Pati.
Adapun jenazah masih dalam proses autopsi di RSUD RAA Soewondo Pati.
Keterangan awal dari pihak kepolisan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap para saksi menyebutkan bahwa dugaan motif pembunuhan ini adalah kasus cinta segitiga dan perselingkuhan.
Terduga pelaku yang belum disebutkan identitasnya oleh pihak kepolisian tidak terima karena istrinya berselingkuh dengan korban.
Akhirnya korban dibunuh dan dibuang ke jurang.
Sebelumnya, Kapolsek Kayen, AKP Parsa, dalam keterangannya, Minggu (27/7/2025) pagi, menjelaskan bahwa mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh Margiono (24), warga Desa Purwokerto, sekitar pukul 13.05 WIB, Sabtu (26/7/2025).
Margiono menyebut, dirinya menemukan mayat tak bertanda pengenal itu saat sedang berburu biawak menggunakan senapan angin.
"Saya melihat benda mencurigakan di dasar jurang. Untuk memastikan, saya melihat menggunakan teleskop senapan," kata dia.
Baca juga: Persijap Jepara Kenalkan Najeeb Yakubu untuk Perkuat Lini Pertahanan
Margiono lalu menghubungi rekannya Hadi Prayikno (38), yang datang disusul oleh Yoegi Susanto (27) dan David Apriyadi (31).
Bersama-sama, mereka lalu memastikan bahwa sosok tersebut memanglah mayat.
Mereka lalu menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Beketel, Bripka Arif Safrudin, yang saat itu sedang berada di Desa Beketel.
Bhabinkamtibmas lalu menghubungi petugas piket Polsek Kayen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Mayat-korban-pembunuhan-pati.jpg)