Kamis, 7 Mei 2026

Berita Jateng

Satria Tentara Bayaran Rusia Ternyata Jebolan SMK di Ambarawa, Ini Pengakuan Kepala Sekolah

Nama Satria mencuat ke publik setelah video permohonan maaf dan permintaan pulangnya beredar luas di media sosial. 

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: khoirul muzaki
Reza Gustav
BERI KETERANGAN - Kepala SMK Dr. Tjipto Ambarawa, Budi Raharjo memberikan keterangannya soal sosok Satria Arta Kumbara yang pernah bersekolah di sekolah yang dipimpinnya, Rabu (23/7/2025) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN — Fakta baru terungkap tentang Satria Arta Kumbara, mantan anggota Marinir TNI AL yang kini menjadi tentara bayaran Rusia dan tengah memohon untuk pulang ke Indonesia. 

Satria ternyata merupakan alumni SMK Dr. Tjipto Ambarawa, Kabupaten Semarang, lulus tahun ajaran 2004/2005 dari jurusan Otomotif (dahulu Teknik Mesin)

Kepala SMK Dr. Tjipto, Budi Raharjo, mengonfirmasi tentang terdaftarnya Satria yang bersekolah di sana.

“Benar dia alumni,” kata Budi ketika ditemui di sekolahnya, Rabu (23/7/2025).

Budi mengaku belum menjabat sebagai kepala sekolah saat Satria masih menjadi siswa.

Namun, dia menggali informasi dari para guru lama. 

Menurut Budi, Satria bukan tipe siswa yang menonjol, tapi Satria menjalani pendidikan dengan baik.

“Memang karakter anaknya biasa, tidak ada prestasi yang menonjol.

Tapi anak-anak yang seperti itu justru setelah lulus, malah membuat menjadi anak-anak yang punya nilai lebih di masyarakat,” imbuh Budi.

Nama Satria mencuat ke publik setelah video permohonan maaf dan permintaan pulangnya beredar luas di media sosial. 

Baca juga: Jokowi Bawa Ijazah SD Sampai S1 UGM ke Polresta Surakarta, Bakal Ada Tersangka?

Dalam video itu, Satria mengaku menyesal telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia, yang menyebabkan status kewarganegaraannya sebagai Warga Negara Indonesia terancam dicabut.

Dia meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono, untuk dapat kembali ke Indonesia.

“Saya tidak tahu bahwa kontrak tersebut bisa mencabut kewarganegaraan saya. Kewarganegaraan Republik Indonesia bagi saya segalanya,” ujar Satria dalam video berdurasi dua menit itu.

Satria juga menyebut alasan ekonomi sebagai motif utamanya menjadi tentara bayaran di Rusia.

“Saya datang ke sini (Rusia) hanya untuk mencari nafkah,” katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved