Kamis, 23 April 2026

Berita Jateng

Koperasi Merah Putih Bikin Ketar-ketir Pemilik Toko Kelontong di Semarang

Sejumlah pedagang kelontong mengungkapkan kekhawatiran mereka atas adanya koperasi-koperasi baru.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: khoirul muzaki
Idayatul Rohmah
HARAPAN TOKO KELONTONG - Suasana Toko kelontong di Semarang, Senin (21/7/2025). Sejumlah pedagang kelontong mengungkapkan kekhawatiran mereka atas adanya koperasi-koperasi baru. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sejumlah pedagang kelontong mengungkapkan kekhawatiran mereka atas adanya koperasi-koperasi baru.

Mereka pun berharap koperasi ini tidak justru mematikan usaha kecil, tetapi bisa menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan pelaku UMKM.

Subiono, seorang pedagang kelontong di kawasan Mugassari, Semarang Selatan menyampaikan kekhawatirannya atas arah koperasi yang dinilai belum berpihak kepada warung kecil.

Ia mengungkapkan harapan agar Koperasi Kelurahan Merah Putih bisa menjalin kerja sama dengan warung-warung kecil seperti miliknya.

"Harapan ada semacam kerja sama. Artinya misalnya koperasi itu menampung dari Bulog, dia juga memberikan kesempatan kepada toko-toko kecil itu menyalurkan barangnya," kata Subiono ditemui Tribun Jateng di tokonya, Senin (21/7/2025).

Sebiono lebih lanjut menyoroti beberapa program pangan murah yang sempat ada.

Menurutnya, program tersebut cukup bagus karena ada pembatasan pembelian. Meski ia pun tidak memungkiri adanya dampak pengurangan pembelian warga walau tidak signifikan.

“Kalau kita beli 2 sak, habisnya cuma beberapa hari, sisanya orang tetap belanja ke warung. 

Tapi kedepan seperti apa koperasinya? Kalau ini disuntik pemerintah terus ya apa bisa berkembang?" Tanyanya.

Hal senada diungkapkan Fikri, pedagang kelontong di jalan Anjasmoro Raya. Ia mengatakan, persaingan pasar selama ini sudah cukup berat, terutama dari minimarket modern.

"Selama ini pembeli kebanyakan orang yang lewat. Sembako terjualnya agak lambat, justru rokok yang lebih laku," jelasnya.

Baca juga: Motif Pembunuhan Pria di Penggilingan Batu Desa Baleraksa Purbalingga Terungkap

Ia menilai, jika koperasi di kelurahan juga menjual sembako, toko kelontong akan semakin tersaingi.

"Tersaingi, pasti itu. Otomatis warganya beli di situ nanti," kiranya.

Namun demikian, Fikri masih melihat adanya ruang pasar tersendiri bagi warung kelontong, terutama karena lokasi warungnya yang strategis di jalan raya dan operasional hingga malam hari.

 "Ya lebih memanfaatkan jam malam, keunggulan di situ," katanya yang menjaga warung 24 jam tersebut. (idy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved