Selasa, 9 Juni 2026

Berita Jateng

Tinjau Pengelolaan Limbah Rumah Potong Ayam Tabarruk Kudus, Taj Yasin: Bisa Jadi Percontohan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meninjau instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Rumah Potong Ayam (RPA) Tabarruk, Kabupaten Kudus.

Tayang:
ist/dok pemprov jateng
PENGOLAHAN LIMBAH - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meninjau instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Rumah Potong Ayam (RPA) Tabarruk, Kabupaten Kudus, Rabu (16/7/2025). Pengelolaan limbah di lokasi tersebut bisa dijadikan percontohan untuk daerah lain. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS -  Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meninjau instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Rumah Potong Ayam (RPA) Tabarruk, Kabupaten Kudus, Rabu (16/7/2025).

Sebab, pengelolaan limbah di lokasi tersebut bisa dijadikan percontohan untuk daerah lain. 

"Tadi di ujung juga bisa dipelihara ikan."

Baca juga: 2 ASN Kudus Terancam Sanksi, Pergi ke Tempat Karaoke saat Jam Kerja Hingga Adu Jotos

16072025 wagub jateng taj yasin tinjau pengelolaan limbah ayam di kudus
PENGOLAHAN LIMBAH - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meninjau instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Rumah Potong Ayam (RPA) Tabarruk, Kabupaten Kudus, Rabu (16/7/2025). Pengelolaan limbah di lokasi tersebut bisa dijadikan percontohan untuk daerah lain.

"Ini suatu inovasi yang bagus harus ditiru."

"Kalau IPAL-nya sudah diperhatikan, saya yakin proses produksinya juga akan lebih diperhatikan,” kata Taj Yasin di sela tinjauan. 

Pengelolaan limbah yang benar, kata Taj Yasin, merupakan kewajiban dalam menjaga lingkungan dari potensi kerusakan.

Hal itu juga menjadi bagian dalam memastikan jaminan makanan halal dan kualitas proses produksinya.

Baca juga: Masih Ada Lampu Mati, Stadion Wergu Wetan Kudus Belum Siap Gelar Pertandingan Liga 2 Malam Hari

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu  mengatakan, keberadaan RPA Tabarruk mampu menguatkan program Pemerintah Provinsi Jateng, tentang manajemen pariwisata ramah muslim, serta jaminan makanan halal.

Selain itu, menjamin lingkungan sekitar tidak tercemari karena IPAL nya sudah diperhatikan.  

Sementara itu, Direktur RPA Tabarruk, Umi Bellinda Tasan Wartono, mengatakan, RPA yang dikelolanya telah menyerap sebanyak 180-an tenaga kerja.

"Produksinya sekira 25 ton (daging ayam) per bulannya," katanya.

Dikatakan Umi, RPA juga memastikan kehalalan daging dengan proses penyembelihan langsung pada ayam, tanpa melalui metode setrum untuk membuat pingsan ayam sebelum disembelih. (*)

Baca juga: Hanya Dapat 1 Murid, SDN 1 Wates Kudus Sementara Gabung Kelas 1 dan Kelas 2

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved