Selasa, 12 Mei 2026

Berita Kudus

Hanya Dapat 1 Murid, SDN 1 Wates Kudus Sementara Gabung Kelas 1 dan Kelas 2

SD Negeri 1 Wates Kudus hanya mendapat satu murid baru di tahun ajaran baru 2025/2026. Untuk mengenalkan lingkungan, siswa digabung dengan kelas 2.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
SATU SISWA BARU - Guru SD Negeri 1 Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Arif Wijayanto mengajar satu siswa baru di hari pertama dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026, Senin (14/7/2025). Tahun ini, SDN 1 Wates hanya mendapat satu siswa baru. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Memakai seragam putih dan celana merah bersih, Shofi mengikuti kegiatan belajar mengajar di hari pertama masuk SD Negeri 1 Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (14/7/20258).

Dia duduk di meja paling depan, tanpa teman.

Shofi merupakan satu-satunya murid baru SDN 1 Wates di tahun ajaran 2025/2026.

Meski sendiri, Shofi tak terlihat takut.

Sesekali, dia bercengkrama dengan kakak kelas yang juga mengikuti kegiatan belajar mengajar, tak jauh dari tempatnya duduk.

"Anak ini, meski siswa satu-satunya, dia punya kakak kandung di sini yang saat ini kelas 5 SD," kata Kepala SDN 1 Wates, Arif Wijayanto.

Baca juga: Trans Jateng Bakal Buka Layanan di Kudus, Rute Masih Dibahas

Arif yang merupakan Kepala SDN 1 Wates, mengampu langsung kegiatan belajar mengajar di kelas 1.

Arif pun memastikan, proses belajar mengajar akan tetap berlangsung secara normal, berapapun murid yang mengikuti.

Bagaimanapun, dia memiliki tanggung jawab mencerdaskan siswa.

Di hari pertama kegiatan belajar mengajar, Shofi diakrabkan dengan kakak kelas di kelas 2. 

Untuk sementara, Arif menggabungkan kelas 1 dan kelas 2 agar Shofi tak merasa sendirian.

Setelah dirasa mampu, dia akan kembali memisah kegiatan belajar anak-anak didiknya itu.

"Biar mereka akrab dulu dan punya teman," kata Arif.

Dua Tahun Terakhir Sepi Murid Baru

Arif mengakui, selama dua tahun terakhir ini, jumlah siswa baru SDN 1 Wates mengalami penurunan. 

Pada tahun sebelumnya, SD ini hanya mendapatkan dua siswa baru. Dan kini, hanya ada satu siswa baru.

"Mungkin, faktornya karena kami kurang sosialisasi ke masyarakat karena ini masih proses merger, jadi bingung juga," kata Arif.

Arif mengungkapkan, awalnya, ada tiga SD di Desa Wates, yaitu SDN 1 Wates, SDN 2 Wates, dan SDN 3 Wates.

Kemudian, SDN 2 Wates digabung atau di-merger dengan SDN 3 Wates.

Kini, muncul lagi wacana penggabungan SDN 1 Wates dan SDN 3 Wates yang tersisa.

Apalagi, SDN 1 Wates dan SDN 3 Wates masih dalam satu kompleks.

"Informasi merger yang kami terima, saat ini, masih proses," kata Arif.

Baca juga: Kasus Pejabat Pemkab Kudus Aju Jotos di Tempat Karaoke, Inspektorat Terjunkan 6 Pemeriksa

Arif mengaku, terkait rencana penggabungan sekolah itu,  pihaknya sudah siap. 

Kalaupun memang rencana tersebut mundur atau batal, pihaknya akan menyiapkan langkah agar tetap bisa bersaing dengan sekolah lain.

Saat ini, SDN 1 Wates memiliki total 24 siswa, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. 

Kemudian, tujuh orang guru, terdiri dari empat guru kelas, satu guru agama, satu guru olahraga, kepala sekolah, dan satu penjaga sekolah.

"Bagaimanapun kondisinya, kami akan tetap mengajar dan proses belajar di sekolah tetap bisa berlangsung," kata Arif. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved