Jumat, 24 April 2026

PSIS

PSIS, Dipuji tapi Ditinggal Para Pemainnya, Ferrari: Penggemar Pantas Mendapatkan Lebih Baik

Dalam postingan media sosialnya, Ferrari mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini.

|
Penulis: rajif | Editor: Rustam Aji
INSTAGRAM PSIS SEMARANG/GALI FREITAS/DEWANGGA
KOLASE FOTO - (Dari kiri ke kanan) Pemain PSIS Joao Ferrari, Gali Freitas, dan Alfeandra Dewangga menyatakan pamit meski masih terikat kontrak hingga 2026. Kemana mereka berlabuh setelah PSIS turun kasta ke Liga 2. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ibarat kata, PSIS Semarang seperti kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga.

Apa pasal? Di saat butuh support karena terdegradasi ke Liga 2, sejumlah pemain malah meninggalkan PSIS.

Banyak alasan yang disampaikan para pemain sebelum meninggalkan PSIS Semarang.

Terbaru, pemain yang meninggalkan PSIS adalah Joao Ferrari.

Pemain asal Brasil ini mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang telah memberinya kesempatan untuk memulai perjalanan karirnya di Indonesia.

Bek tengah asal Brasil ini mengucapkan terima kasih kepada pelatih, staf, pemain, penggemar, dan teman-teman yang telah menyambutnya dengan tangan terbuka sejak hari pertama di Semarang.

"Saya akan membawa banyak pelajaran yang saya pelajari di sini dan itu membantu saya tumbuh baik sebagai pemain dan sebagai pribadi," ungkapnya.

Saat ini, Joao Ferrari dikabarkan diminati oleh beberapa klub Liga 1, di antaranya Bali United menjadi salah satu klub yang paling santer dikaitkan dengannya.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Begini Proses Pedaftaran dan Verifikasi Akun SPMB SMA SMK di Jateng!

Dalam postingan media sosialnya, Ferrari mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini.

Meski begitu, Ferrari yakin bahwa PSIS Semarang akan kembali lebih kuat dan berjaya di masa depan.

Ia percaya bahwa kota Semarang dan penggemar PSIS pantas mendapatkan yang terbaik.

Dengan demikian, Ferrari menunjukkan rasa percaya dirinya terhadap kemampuan PSIS Semarang untuk bangkit kembali.

Ferrari berpesan kepada PSIS Semarang untuk terus berjuang dan tidak menyerah.

Setelah Ferrari, rumor kepindahan Adi Satryo, penjaga gawang PSIS Semarang, ke Arema FC, juga telah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak penggemar sepak bola yang membahas kemungkinan Adi Satryo bergabung dengan Arema FC, salah satu klub sepak bola papan atas di Indonesia.

Arema FC dikabarkan ingin memperkuat skuad mereka dengan merekrut pemain-pemain berkualitas, termasuk penjaga gawang.

Adi Satryo, dengan performanya yang impresif bersama PSIS Semarang, kemungkinan menjadi salah satu incaran Arema FC.

Berdasarkan catatan Liga Indonesia Baru, pada musim ini Adi Satryo tampil bersama PSIS Semarang sebanyak 17 kali dengan 43 penyelamatan.

Ia bergabung dengan tim Mahesa Jenar sejak 2022 dari klub sebelumnya Persik Kediri.

Rumor kepindahan Adi Satryo ke Arema FC telah menghebohkan media sosial, dengan banyak penggemar sepak bola yang membahas kemungkinan ini.

Adi Satryo sendiri belum memberikan komentar resmi terkait rumor ini.

Adi Satryo telah menjadi andalan PSIS Semarang dengan catatan impresif.

 Jika Adi Satryo benar-benar bergabung dengan Arema FC, PSIS Semarang pasti akan kehilangan salah satu pemain kunci mereka.

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Kemenkes Keluarkan Surat Imbauan Siaga Covid-19

Di sisi lain, Gali Freitas, salah satu pemain andalan PSIS Semarang, juga mengucapkan selamat tinggal kepada klub dan kota Semarang setelah dua tahun berkarir.

Dalam postingan media sosialnya, Senin (26/5) Gali Freitas mengungkapkan rasa terima kasih dan cintanya kepada PSIS Semarang dan keluarga barunya di kota Semarang.

Pemain berkebangsaan Timor Leste tersebut berterima kasih kepada CEO PSIS, Yoyok Sukawi yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk berkarir di PSIS Semarang melalui Ressy Enterprise Agency. 

"Ketika tidak ada yang percaya dengan saya, bos yoyok_sukawi dengan tangan terbuka mau memberikan kepercayaan kepada saya untuk berkarir di klub besar ini," tulisnya.

"Hari ini adalah hari terakhir buat saya di kota ini, kota yang sudah saya anggap seperti rumah saya sendiri. Banyak keluarga baru yang saya dapatkan di kota ini," ujarnya.

Gali Freitas juga berterima kasih kepada suporter PSIS Semarang, termasuk Panser Biru dan Snex, atas dukungan dan cintanya. 

Gali Freitas mengungkapkan rasa sedihnya saat harus mengucapkan selamat tinggal kepada PSIS Semarang dan keluarga barunya di kota Semarang.

Namun, ia juga menyadari bahwa itulah realita hidup di lingkungan sepak bola, di mana perpisahan dan perubahan adalah hal yang biasa.

"Saya sangat mencintai kalian, dan selamanya kalian akan tetap menjadi bagian di hidup saya.
Segera bangkit psis cofficial dan kembali ke Liga 1, tempat kalian tidak di Liga 2," pungkasnya.

Gali Freitas saat ini dikaitkan dengan beberapa klub, termasuk PSIM dan Persebaya, namun belum diketahui secara pasti klub mana yang akan menjadi destinasi berikutnya.

Tak berhenti di Gali Freitas, bomber PSIS Semarang asal Burundi, Sudi Abdallah, juga bakal meninggalkan PSIS, karena kontraknya dipastikan berakhir pada musim ini.

Sudi didatangkan PSIS pada awal musim BRI Liga 1 2024/2025 sebagai suksesor bomber asing sebelumnya, Carlos Fortes.

Meski dalam perjalanannya, Sudi sempat mengalami cedera panjang, ia kemudian puli dari cedera dan menjadi reguler yang tampil sebagai starting line up PSIS di putaran kedua ini.

Sudi mengaku nyaman tinggal di Semarang. Namun nasib PSIS yang harus degradasi ke Liga 2 musim depan membuatnya pikir-pikir untuk angkat kaki.

Ia mengaku masih memprioritaskan klub Liga 1 jika ada tim yang berminat meminangnya.

Baca juga: Masih Disanksi FIFA, PSIS Semarang Terancam Jalani Liga 2 Modal Pemain Muda

Bermain di level tertinggi kata Sudi membuatnya bisa lebih mudah terpantau sehingga kans memperkuat tim nasional lebih terbuka.

"Kalau ada tawaran saya lebih prefer ke Liga 1. Kalau Liga 2 sulit untuk tembus ke tim nasional negara saya. Tapi saya harap saya bertahan di Liga Indonesia," ungkapnya, Kamis (22/5/2025).

Belum lama ini, Sudi sebenarnya juga dirumorkan akan didekati klub promosi Bhayangkara FC, namun ketika dikonfirmasi, Sudi enggan meresponnya.

Di bagian lain, jelang kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 selesai, Sudi juga menyebut mulai mendapat tawaran berkarir di Liga Arab.

 

Terakhir, Bek muda PSIS Semarang, Alfeandra Dewangga, baru-baru ini juga mengucapkan perpisahan dengan PSIS dan suporter melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam postingan tersebut, Dewangga mengungkapkan rasa syukurnya atas lima tahun yang luar biasa bersama PSIS.

Dewangga menyatakan bahwa PSIS bukan sekadar tempat bermain, tapi rumah pertama dalam dunia sepak bola profesionalnya.

Ia tumbuh, belajar, dan menjadi pribadi yang lebih baik selama bersama PSIS.

Dewangga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih, rekan tim, staff, dan suporter yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, dan cinta yang tak ternilai. Ia merasa bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar PSIS.

Dewangga menyatakan bahwa PSIS akan selalu memiliki tempat istimewa di hatinya.

Ia berjanji untuk selalu mengingat pengalaman berharga yang diperolehnya selama bersama PSIS.

Dewangga menutup postingan dengan semboyan khas PSIS, "YOH ISO YOH", yang menunjukkan kecintaannya terhadap klub.

Kini, PSIS ditinggal banyak pemainnya. Bagaimana nasibnya di Liga 2? (wan/arl/aji)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved