Berita Nasional
Masuk Bursa Calon Ketua Umum Dua Partai, Apakah Jokowi Masih Bertaji
Kaderisasi juga dibutuhkan agar tidak terjadi kekosongan, apalagi kesenjangan kepemimpinan antar generasi di partai.
TRIBUNBANYUMAS.COM, Pengamat komunikasi politil Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menanggapi isu Presiden RI Ketujuh Joko Widodo alias Jokowi masuk bursa pemilihan ketua umum PPP dan PSI.
Dengan munculnya nama Jokowi di dua partai itu mengindikasikan sejumlah hal.
Menurutnya, PPP dan PSI terkesan tak punya kader mumpuni untuk menjadi ketua umum.
“Ini menyiratkan kaderisasi di dua partai ini tak berjalan, bahkan gagal," kata Jamil, saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (30/5/2025).
Padahal, salah satu fungsi partai adalah melakukan kaderisasi agar regenerasi kepemimpinan berjalan mulus.
Kaderisasi juga dibutuhkan agar tidak terjadi kekosongan, apalagi kesenjangan kepemimpinan antar generasi di partai.
PPP dan PSI juga dinilainya masih menganggap Jokowi layaknya dewa penyelamat yang akan mengantarkan partai ke Senayan pada Pileg 2029.
Baca juga: Dedi Mulyadi Ungkap Alasannya Marah ke Suporter Persikas, Senggol Politisi
Anggapan demikian, menurut dia, masih layak diperdebatkan. Sebab, sejak Jokowi tidak lagi menjadi presiden, reputasi dan imagenya terus menurun.
Rentetan kasus yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi menurun drastis. Termasuk soal polemik legalitas ijazah Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/14052025-Jokowi.jpg)