Jumat, 17 April 2026

Berita Banyumas

Sapi Jumbo Peternak Banyumas Ludes Terjual Jelang Iduladha, Pemesan Hingga Jakarta

Sapi jenis Limosin, Simental, Pegon, dan Madura milik peternak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, laris dibeli untuk kurban Iduladha 2025.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
SAPI JUMBO - Ikhsan Mujahid, peternak sapi jumbo asal Desa Kramat, Kecamatan Kembaran, menunjukkan satu di antara sapi jumbo miliknya yang telah ludes dipesan jelang Iduladha, Selasa (27/5/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sapi jenis Limosin, Simental, Pegon, dan Madura milik peternak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, laris dibeli untuk kurban Iduladha 2025.

Bahkan, sapi-sapi itu tak hanya dipesan pembeli dari Kota Satria tetapi juga hingga luar daerah.

Sapi-sapi tersebut banyak diminati karena memiliki postur tubuh yang besar, gagah, serta gempal, dengan daging melimpah. 

"Sapi jenis jumbo ini memang paling banyak diminati karena fisiknya yang tinggi, besar, dan dagingnya banyak," ujar Ikhsan Mujahid, peternak sapi jumbo asal Desa Kramat, Kecamatan Kembaran, kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/5/2025). 

Baca juga: Realisasi Pembangunan Kawasan Industri di Wangon Banyumas di Depan Mata, Usung Konsep Smart-Green

Menurut Ikhsan, ada 40 sapi miliknya yang telah ludes dipesan.

Pembeli pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari yayasan, instansi, hingga perorangan dari Purwokerto, Purbalingga, bahkan dari Jakarta.

Menurut Ikhsan, harga sapi jumbo miliknya bervariasi.

Sapi termahal adalah jenis Limosin seberat lebih dari 900 kilogram, yang dijual seharga Rp73 juta. 

Kini, seluruh sapi yang dipesan sudah siap dikirim ke pembeli.

Cek Kesehatan dan Beri Vitamin

Untuk menjaga kualitas dan kesehatan sapi sebelum dikirim ke pembeli, Dinas Peternakan Kabupaten Banyumas rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. 

Baca juga: 5 Kambing Milik Warga Kemutug Kidul Banyumas Raib Dicuri Jelang Iduladha, Peternak Lain Ikut Resah

Mereka juga memberi vitamin kepada sapi-sapi tersebut.

"Kami secara rutin memberikan vitamin serta melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan sapi, terutama menjelang kurban," ujar Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Banyumas, Muhamad Arief Hidayat.

Selain pemberian vitamin, petugas Disnakan juga memberikan penyuluhan kepada para peternak Banyumas agar menjaga kebersihan kandang.

Kondisi tenang bagi sapi-sapi tersebut, kata Arief, dapat mencegah risiko penularan penyakit, semisal PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang masih kerap menjangkit di beberapa wilayah. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved