Selasa, 7 April 2026

Ancaman Panggil Genderuwo! Modus Keji Kakek Perkosa Bocah SD

Kakek 79 tahun perkosa bocah SD di Banyuwangi, ancam pakai genderuwo! Pelaku dikelabui korban dengan iming-iming uang Rp100 ribu.

KOMPAS.COM/ FITRI ANGGIAWATI
KAKEK PERKOSA BOCAH: R tersangka pemerkosaan terhadap bocah SD di Kalibaru Banyuwangi saat diperiksa di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (21/5/2025) 

TRIBUNBANYUMAS, BANYUWANGI – Sebuah baju anak bermotif polkadot terbungkus plastik menjadi barang bukti di meja penyidik Unit Renakta Polresta Banyuwangi.

Pakaian itu terkait kasus pemerkosaan yang dilakukan R (79), warga Kalibaru, Banyuwangi, terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang masih duduk di bangku SD.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Komang Yogi Arya Wiguna, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan.

Baca juga: Bejat! Polisi Polres Pacitan Aiptu LC Perkosa Tahanan Wanita di Rutan

"Kasus ini berhasil kami ungkap, pelaku kini dalam tahanan," ujarnya, Rabu (21/5/2025).

Pemeriksaan berjalan alot.

Alih-alih mengakui kesalahan, R justru berkilah dalam bahasa Madura, menyebut korban yang "membuatnya tergoda".

Namun, setelah diinterogasi, ia mengaku mengiming-imingi korban Rp100 ribu untuk membantu mencari daun talas.

"Kamu janji bayar Rp100 ribu, tapi malah bekap dia dari belakang?" tanya penyidik. R mengangguk, membenarkan kronologi kejadian.

Kejadian bermula pada Februari 2025 saat korban diajak R mencari daun talas di sekitar rumah.

Tiba-tiba, pelaku membekapnya dari belakang dan mengancam akan "memanggil genderuwo" jika korban melawan.

"Korban ketakutan dan pasrah. Pelaku juga ancam agar tidak melapor ke orang tua," jelas Komang.

Namun, korban akhirnya bercerita kepada keluarganya, yang langsung melaporkan ke polisi.

R dijerat Pasal 81 ayat (1) dan 76D UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5-15 tahun penjara.

Sementara itu, Kadis Sosial & Pemberdayaan Perempuan Banyuwangi, Henik Setyorini, menyatakan korban terus didampingi, termasuk saat menjalani ujian daring.

"Kami pantau kondisinya, guru juga terus memberi dukungan," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved