Kamis, 23 April 2026

Berita Semarang

Peserta Rafting Sungai Tuntang Semarang Tewas, Terseret Arus 1,5 Km setelah Perahu Terbalik

Peserta arung jeram di Sungai Tuntang, Kabupaten Semarang ditemukan tewas setelah perahu karet terbalik dan terseret arus sungai sejauh 1,5 km.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
UNSPLASH/BLAKE CHEEK
ILUSTRASI TENGGELAM - Wisatawan asal Sukoharjo tewas terseret arus Sungai Tuntang, Kabupaten Semarang, setelah perahu karet yang ditumpangi dalam arung jeram terbalik, Minggu (18/5/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Angga Joko (31), warga Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia setelah perahu karet yang ditumpanginya terbalik saat kegiatan arung jeram (rafting) di aliran Sungai Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (18/5/2025).

Saat kejadian, korban tengah melakukan arung jeram bersama empat peserta dan satu pemandu rafting yang berangkat dari basecamp di Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, sekitar pukul 09.30 WIB. 

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, titik awal pengarungan berada di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus.

"Sekitar sepuluh menit setelah start, perahu karet mereka terbalik dan seluruh penumpang tercebur ke sungai."

"Korban bersama satu rekannya terseret arus,” kata AKBP Ratna.

Baca juga: Panen Cabai Tanpa Izin di Kebun Warga Getasan Semarang, 2 Remaja Diamankan. Dapat 1 Karung

Menurut dia, cuaca di sepanjang jalur rafting tersebut mulanya sangat cerah dan debit air Sungai Tuntang dalam kondisi normal.

Namun demikian, beberapa jam setelahnya, debit air mulai naik akibat hujan di wilayah hulu.

Terseret 1,5 Kilometer

Kapolsek Bringin AKP Sudaryono menambahkan, lokasi terbaliknya perahu berada di wilayah Desa Kunci Putih, Kecamatan Pringapus.

"Korban ditemukan sekitar 1.5 kilometer dari lokasi perahu terbalik, tepatnya di kawasan wisata Pesona Garda, Desa Candirejo."

"Saat ditemukan, korban masih mengenakan helm dan pelampung,” kata dia.

Selain Angga, seorang anggota rombongan bernama Radevka (24), juga sempat hanyut terbawa arus.

Baca juga: Pengemudi Ayla Kabur Usai Tabrak Ibu dan Anak di Semarang, Akhirnya Menyerahkan Diri!

Namun, Radevka ditemukan selamat sekitar tiga kilometer dari titik awal kejadian.

Jenazah Angga telah dievakuasi ke RSUD Salatiga untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian mengimbau kepada seluruh pengelola wisata rafting dan wisatawan selalu mematuhi prosedur keselamatan.

"Gunakan pelampung dan helm sesuai standar, serta perhatikan kondisi arus sungai, baik di lokasi maupun di hulu."

"Jika tidak bisa berenang, sebaiknya tidak memaksakan ikut rafting," pesan Kapolres. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved