Superball
PSSI Dilaporkan ke FIFA, Buntut Hukuman Komdis ke Pemain PSM Makassar Yunan Fernandes
PSSI dilaporkan ke FIFA buntut sanksi larangan bermain yang dijatuhkan Komdis kepada bek PSM Makassar Yuran Fernandes setelah kritik PSSI.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Pemain asing PSM Makassar Yuran Fernandes dihukum Komisi Disiplin (Komdis) PSSI larangan bermain 1 tahun.
Namun, hukuman ini dijatuhkan kepada Yuran bukan karena pelanggaran di lapangan melainkan kritik yang disampaikan lewat media sosial.
Hukuman 12 bulan ini pun mengundang reaksi dari berbagai kalangan, termasuk media asing dan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).
Tanda pagar (tagar) #KamibersamaYuran pun menggema di media sosial.
Baca juga: Komdis PSSI Keluarkan Persipani Paniai dari Kompetisi Liga Nusantara 2024/2025 akibat Mangkir 3 Laga
Kasus ini bermula dari aksi Yuran Fernandes yang mengeluarkan kritik kepada sepak bola Indonesia tepat setelah PSM dikalahkan PSS Sleman, Sabtu (3/5/2025).
Kritik disampaikan Yuran melalui akun pribadinya di Instagram.
Pemain berposisi sebagai bek itu kecewa pada kepemimpinan wasit yang dinilai tak adil.
Hal ini membuat Yuran menilai bahwa sepak bola Indonesia hanya candaan hingga menyebut level dan korupsinya akan tetap sama.
Tanpa ada klarifikasi, Komdis PSSI kemudian menjatuhkan hukuman kepada Yuran.
Dalam putusannya, Komdis PSSI menggunakan Pasal 59 ayat 2 Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 sebagai dasar memberi sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di Indonesia selama 12 (dua belas) bulan kepada Yuran.
Selain larangan bermain, Yuran juga dihukum membayar denda Rp25 juta.
Komdis PSSI pun mengancam memberi hukuman lebih berat jika Yuran mengulang pelanggaran tersebut.
Sanksi Komdis ini justru memicu kritik lanjutan dari berbagai pihak.
Wakil Presiden APPI Achmad Jufriyanto menilai, hukuman bagi Yuran akan mengancam kebebasan berpendapat para pemain.
"Tentu, sebagai sesama pesepak bola, kami ikut berkeberatan atas keputusan Komdis tersebut karena keputusan itu dikhawatirkan akan mengancam kebebasan berpendapat para pemain."
"Kami akan memberikan dukungan penuh kepada Yuran Fernandes."
"Apa yang dia unggah di akunnya di Instagram merupakan ungkapan kekecewaan pribadi, yang justru seharusnya dapat juga dijadikan bahan refleksi bagi banyak pihak di sepak bola Indonesia," kata Achmad Jufriyanto, dilansir BolaSport.com dari laman resmi APPI.
Lapor FIFA
Dukungan kepada Yuran tak hanya berbentuk pernyataan.
Presiden APPI Andritany Ardhiyasa mengatakan, pihaknya sedang berupaya melaporkan hal ini ke FIFA.
Semua bertujuan demi mencari keadilan bagi Yuran Fernandes.
"Selain itu, APPI juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan FIFPRO serta FIFPRO Divisi Asia/Oceania untuk dapat segera melaporkan hal ini kepada FIFA."
"Guna mencari dan memperjuangkan jalan keluar yang adil bagi Yuran Fernandes," kata Andritany Ardhiyasa.
Baca juga: PSSI Rencanakan TC Timnas Indonesia di Bali Jelang Laga Kontra China dan Jepang
Dukungan kepada Yuran juga digalang warganet di media sosial.
Menggunakan tagar #KamiBersamaYuran, mereka mencari dukungan di dunia maya.
Bahkan, media internasional turut memberitakan sanksi berat dari Komisi Disiplin PSSI kepada Yuran itu.
"Bek PSM Makassar digantung 12 bulan akibat kritik bola sepak Indonesia," demikian judul Makanbola.com yang berbasis di Malaysia.
Media Theaseanfootball, di media sosial, menyatakan, hukuman itu terlalu berat.
"Sanksi larangan bermain satu tahun adalah hukuman berat, PSSI saat ini sedang mengajukan banding," tulis @Theaseanfootball.
"Bagaimana pendapatmu terhadap hukuman ini? terlalu kejam atau adil?" lanjut unggahan itu.
Komentar dalam unggahan tersebut terlihat turut mendukung agar tingkah PSSI didengar masyarakat luar negeri.
Di dalam negeri, muncul dukungan terhadap Yuran.
"Kritik bukan kriminal, #SayaBersamaYuran, #KamiBersamaYuran," demikian unggahan akun @IndostransferFC.
PSM masih menyisakan tiga pertandingan di Liga 1 2024/25.
Hukuman di atas akan membuat Yuran terancam absen hingga akhir musim depan.
Namun, mengingat Yuran adalah pemain asing berkualitas premium dan berstatus penggawa timnas Cape Verde, ia tak akan kesulitan meninggalkan liga Indonesia. (Bolasport.com/Arif Setiawan/Najm Ula)
Artikel ini sudah tayang di Bolasport.com dengan judul "APPI Kecam Vonis Komdis PSSI kepada Yuran Fernandes, Siap Lapor FIFA".
3 Siswa Safin Pati Sports School Ikut Seleksi Timnas Indonesia U-17, Punya Tinggi di Atas 170 Cm |
![]() |
---|
Pecat Branko Ivakovic setelah Kalah 1-0 dari Indonesia, China Kini Bidik Shin Tae-yong |
![]() |
---|
Posisi Pelatih Timnas U-17 Nova Arianto Tak Aman Usai Dibantai Korut 6-0, Ketum PSSI Angkat Bicara |
![]() |
---|
Emil, Dean James, dan Joey Pelupessy Ambil Sumpah WNI Besok, Bisa Debut di Timnas Kontra Australia |
![]() |
---|
Warganet Indonesia Kirim Komentar Rasis ke Bek Chelsea Trevoh Chalobah, Kevin Diks Angkat Suara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.