Berita Purbalingga
Hari Buruh Diperingati di Pendopo, Pemkab Purbalingga Inginkan Iklim Kondusif
Terkait permasalahan pemutusan hubungan kerja (PHK), yang sempat disinggung, ia menyatakan dapat diselesaikan dengan berbagai hal.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA— Peringatan Hari Buruh yang bertajuk May Day is Kolaborasi Day di Kabupaten Purbalingga berlangsung dengan lancar dan meriah di Pendopo Dipokusumo, Kamis (1/5/2025).
Tema untuk peringatan hari buruh tahun ini ialah Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktifitas Nasional.
Sebanyak 450 pekerja dari perusahaan yang ada di Kabupaten Purbalingga hadir mengikuti acara pada hari ini.
Acara pun diikuti oleh peserta dengan hikmat dan lancar, mereka juga tampak bahagia karena dalam acara ini terdapat beberapa apresiasi yang diberikan.
Diantara ialah pemberian santunan penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris, pemberian penghargaan kepada anak pekerja yang berprestasi, penyerahan tiket free pas beberapa objek wisata seperti Purbasari Pancuran Mas, Owabong, D'Las, hingga pemberian doorprize.
Baca juga: Berpuluh Tahun Jadi Buruh di Rumah Sakit Swasta Purbalingga, Ling Terharu Anaknya Berprestasi
Lebih lanjut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga, Yani Sutrisno Udi Nugroho mengatakan, acara hari ini berjalan dengan lancar.
"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (1/5/2025).
Yani menyatakan, peringatan Hari Buruh tahun ini harapannya dapat menunjukkan sinergitas, kolaborasi, tripartit antara pengusaha, pekerja, SPSI, FKHR dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga.
"Kedepannya saya harap, iklim kondusif di Purbalingga dapat terjaga, sehingga investasi yang masuk ke Purbalingga akan lebih banyak lagi," ujarnya.
Sementara itu terkait hubungan industrial di Kabupaten Purbalingga, sejauh ini ia mengatakan sudah relatif baik.
Hal ini, menurutnya, ditunjukkan dengan adanya kegiatan pada hari ini, yang merupakan kolaborasi antara Pemkab, SPSI, FKHR dan pengusaha.
Terkait permasalahan pemutusan hubungan kerja (PHK), yang sempat disinggung, ia menyatakan dapat diselesaikan dengan berbagai hal.
"Salah satunya yang selama ini kita tempuh yaitu dengan mediasi," katanya.
Baca juga: Lintas Kereta Api di Kulonprogo Sajikan Panorama Indah, Hamparan Sawah hingga Perbukitan Menoreh
Pihaknya juga berupaya agar dapat mendorong investasi di Kabupaten Purbalingga, menumbuhkan UMKM, dan Industri-industri kecil di Purbalingga.
"Harapannya hal ini juga dapat menyerap tenaga kerja," lanjutnya.
Selain itu, tujuh program pelatihan juga disiapkan dalam rangka mengatasi pengangguran di Kabupaten Purbalingga.
"Beberapa diantaranya ialah pelatihan las, garmen, tata boga, menjahit dan lain sebagainya," ujarnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.