Sabtu, 25 April 2026

Berita Banyumas

Banyumas Krisis Petani Penggarap, Anak Mudanya Memilih Kerja ke Luar Negeri

Mencari pekerja tani sampai harus mencari ke daerah atau desa lain. Hal itulah yang terjadi di Kabupaten Banyumas.

|
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
tribunbanyumas.com/Permata Putra Sejati 
TANAM PADI - Wabup Banyumas Dwi Asih Lintarti (tengah) saat melakukan tanam padi serentak di lahan persawahan Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Rabu (23/4/2025).  Saat ini terjadi krisis pekerja tani atau petani penggarap di Kabupaten Banyumas yang harus inden atau antre mencari dari desa tetangga.  

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Mencari pekerja tani sampai harus mencari ke daerah atau desa lain.

Hal itulah yang terjadi saat ini yaitu krisis pekerja tani atau petani penggarap di Kabupaten Banyumas.

Seperti diungkapkan oleh Kepala Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Nuryoko Niti Alam dalam kegiatan tanam padi serentak secara nasional di 14 provinsi di lahan persawahan Desa Tambaksari Kidul, Rabu (23/4/2025). 

"Kita harus inden atau antre mencari pekerja tani bahkan harus mencari di desa tetangga," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com.

Sementara itu Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti mengatakan regenerasi petani penting menjamin keberlanjutan sektor pertanian. 

Baca juga: BREAKING NEWS -Tangis Keluarga Pecah Melihat Jenazah Balita Tenggelam di Sungai Logawa Ditemukan

"Kita dorong juga pengembangan komoditas lain seperti hortikultura, buah, dan sayur," ujarnya. 

Menurutnya anak milenial sekarang lebih banyak memilih bekerja di luar negeri dan pekerjaan lain.

Berkaitan kondisi tersebut Pemkab Banyumas mendorong pertanian perlu ada tanaman variatif tidak hanya padi dan tapi juga tanaman hortikultura.

Pemkab juga berkomitmen menjaga stabilitas harga dan menyerap gabah petani agar kesejahteraan petani tetap terjaga. 

Sehingga ada minat petani menjadi semangat.

Di Desa Tambaksari Kidul, penanaman padi serentak dilakukan di atas lahan seluas sekitar 4.900 meter persegi dengan varietas padi Metik Wangi. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional memperkuat ketahanan pangan.

Sekaligus mendorong percepatan swasembada pangan di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pupuk.

Baca juga: Pria di Banyumas Ditangkap Polisi Karena Memiliki 175 Butir Obat Psikotropika

"Kita patut bangga karena Banyumas dipercaya ikut dalam gerakan tanam padi serentak. 

Ini menjadi bukti Banyumas memiliki potensi pertanian yang diperhitungkan di tingkat nasional," kata Lintarti. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved