Transportasi

Gencarkan Inisiatif Ramah Lingkungan di Stasiun dan Kereta, Penumpang Disediakan Air Minum Gratis

Komitmen Pada Kelestarian Bumi, Ini Gebrakan KAI Daop 6 Gencarkan Inisiatif Ramah Lingkungan di Stasiun dan Kereta

Editor: Rustam Aji
dok.kai daop 6
WATER STATION - Salah satu langkah konkret yang dilakukan PT KAI adalah penyediaan fasilitas water station di 10 stasiun di wilayah Daop 6 yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Purwosari, dan Solo Jebres, Wates, Klaten, Palur, dan Solo Kota. Fasilitas tersebut memungkinkan penumpang mengisi ulang air minum secara gratis serta sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, KAI Daop 6 Yogyakarta menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan yang diterapkan di area stasiun dan layanan kereta api.

Berlandaskan prinsip ramah lingkungan, efisiensi sumber daya dan keberlanjutan, KAI Daop 6 secara aktif menginisiasi langkah-langkah nyata untuk mendukung gerakan pelestarian bumi.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa Hari Bumi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan dan mengingatkan kembali ke seluruh pihak bahwa keberlanjutan adalah hal yang harus dilakukan secara kolektif dan sinergis agar dampaknya lebih maksimal dan luas.

“Kami terus berinovasi dan beradaptasi untuk menciptakan ekosistem transportasi yang ramah lingkungan dan mengusung keberlanjutan. Inisiatif yang kami jalankan tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi dan sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif di kalangan pegawai dan pengguna jasa,” ujar Feni.

Baca juga: Ladies Bikers Honda Scoopy Yogyakarta Rayakan Hari Kartini

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyediaan fasilitas water station di 10 stasiun di wilayah Daop 6 yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Purwosari, dan Solo Jebres, Wates, Klaten, Palur, dan Solo Kota. Fasilitas tersebut memungkinkan penumpang mengisi ulang air minum secara gratis serta sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Selain itu, budaya hidup berkelanjutan juga diterapkan di lingkungan internal perusahaan, dengan mendorong mendorong seluruh pegawai untuk membawa tumbler pribadi sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan yang diterapkan dalam keseharian kerja.

Kemudian menekan konsumsi air kemasan di tempat kerja dengan tidak menyediakan air minum kemasan botol maupun gelas plastik dalam berbagai rapat dan forum lainnya.

Dalam hal pemanfaatan energi terbarukan, KAI Daop 6 telah memasang panel surya di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Solo Balapan, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan energi terhadap listrik berbasis fosil.

Di sisi digitalisasi, sistem face recognition diterapkan di Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan, yang memungkinkan proses boarding tanpa cetak tiket kertas. Inovasi ini telah digunakan lebih dari 1.404.577 penumpang KA di stasiun Daop 6 yang terdapat fasilitas face recognition pada tahun 2024 dan pada triwulan I 2025 telah digunakan oleh lebih dari 437.735 penumpang. Inovasi ini terbukti efektif dalam menekan penggunaan kertas.

Baca juga: Bukan Moh Hatta, Guru Besar Sejarah UMP Sebut Kakek Prabowo Subianto Asal Banyumas Pelopor Koperasi

Untuk mengurangi jejak karbon dari sektor transportasi, KAI Daop 6 secara bertahap telah mengadopsi penggunaan bahan bakar biodiesel jenis B40, yakni campuran 40 persen biodiesel berbasis minyak nabati dengan 60% solar.

Penggunaan B40 ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program transisi energi nasional menuju energi yang lebih bersih dan terbarukan.

Sebagai bagian dari inovasi digital berwawasan lingkungan, KAI juga menghadirkan fitur carbon footprint dalam aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan penumpang untuk mengetahui estimasi jejak karbon yang dihasilkan dari perjalanan kereta yang mereka tempuh, sekaligus memberikan perbandingan emisi dengan moda transportasi lainnya.

Melalui fitur ini, KAI ingin mendorong kesadaran individu terhadap dampak lingkungan dari aktivitas mobilitas serta mengajak pelanggan untuk memilih moda transportasi yang lebih rendah emisi.

Baca juga: Berkat Usaha Tahu, Perjuangan Siti Mulyati dan Putrinya Asal Grobogan Raih Mimpi Berhaji

Kehadiran fitur ini diharapkan tidak hanya menjadi alat informasi, tetapi juga inspirasi bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih sarana transportasi yang berkelanjutan.

Di seluruh area stasiun dan kantor, tempat sampah dengan sistem pemilahan juga telah disediakan untuk mendorong kesadaran masyarakat dan pegawai dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved