Minggu, 12 April 2026

Mudik Lebaran 2025

Alasan Libur Sekolah untuk Lebaran 2025 Mencapai 20 Hari, Menag: Bisa Mengurai Kemacetan

Libur Lebaran 2025 untuk pelajar mencapai 20 hari, mulai 21 Maret 2025.

Penulis: rika irawati | Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS
MUDIK LEBARAN - Deretan kendaraan pemudik Lebaran mengular di ruas tol Trans Jawa. Pemerintah mengumumkan libur Lebaran bagi pelajar berlangsung 20 hari mulai 21 Maret ini. Hal ini diharapkan dapat memperpanjang masa mudik sehingga dapat mengurai kemacetan lalu lintas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Libur Lebaran 2025 untuk pelajar mencapai 20 hari, mulai 21 Maret 2025.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, panjangnya libur sekolah selama Lebaran akan memungkinkan masa mudik juga lebih panjang.

Hal ini disampaikan Nasaruddin dalam konferensi pers seusai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idulfitri 1446 H/2025 M di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK - PTIK), Jakarta, Senin (10/3/2025).

"Kami memang mengusulkan supaya memberi waktu lebih panjang masa liburan ini. Tadinya kita sepakati, edaran pertama itu (libur) tanggal 24 Maret 2025."

"Tapi, karena madrasah liburnya lebih ada hari Jumat, di situ ada hari Jumat, Sabtu, ya makanya kita ubah itu menjadi tanggal 21 Maret 2025," kata Nasaruddin dikutip dari laman Kemenag RI, Selasa (11/3/2025). 

Baca juga: Libur Lebaran Anak Sekolah Jadi Lebih Panjang, Dimulai Tanggal 21 Maret - Masuk 9 April 2025

Nasaruddin berharap, libur sekolah yang relatif lama juga membuat rentang perjalanan mudik lebih panjang sehingga dapat mengurai kemacetan. 

"Dengan demikian, rentang perjalanan mudik ini nanti akan lebih panjang, kurang lebih 20 hari jadi bisa lebih panjang untuk masyarakat, bisa dipakai untuk mengurai kemacetan yang bisa terjadi," jelasnya.

Masjid di Jalur Mudik Jadi Posko Lebaran

Selain itu, Kementerian Agama juga berupaya membantu kelancaran mudik dengan mengoptimalkan peran masjid sebagai posko Lebaran di jalur mudik.

"Masjid-masjid yang dilewati jalur pemudik itu diharapkan menyiapkan air minum gratis karena di dalam hukum Islam itu, musafir itu adalah mujahid, musafir itu sangat berpahala kita kalau kita beri makan dan beri minum," kata Nasaruddin yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Baca juga: Jangan Lewatkan, Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub Dibuka Hari Ini

Selain air minum gratis, Nasaruddin juga mengimbau pengurus masjid menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, semisal dapur kecil bagi ibu menyusui, tempat istirahat, kamar khusus perempuan, serta ruang untuk mengisi daya handphone atau motor listrik. 

"Kami mencoba berkoordinasi dengan para pengurus masjid agar diperbaiki toiletnya."

"Karena, kalau kita mengandalkan semuanya di rest area, di tol-tol tertentu, itu nanti akan terjadi penumpukan."

"Jadi, nanti kita akan menciptakan satu kondisi di masjid itu juga sebagai tempat pemberhentian yang paling bagus," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved