Berita Jateng
Massa Mahasiswa Segel Kantor DPRD Kota Solo
Peserta aksi yang mengatasnamankan Aliansi Pergerakan Indonesia menyegel pintu utama Kantor DPRD Kota Solo pada Kamis (27/2/2025) petang.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Peserta aksi yang mengatasnamankan Aliansi Pergerakan Indonesia menyegel pintu utama Kantor DPRD Kota Solo pada Kamis (27/2/2025) petang.
Penyegelan dengan spanduk yang diikat rafia bertuliskan Bangunan Ini Disegel Karna Menghianati Rakyat itu dibentangkan dan diikat di kedua sisi gerbang pintu utama.
Aliansi dari gabungan BEM Solo Raya dan masyarakat itu semula tiba di Kantor DPRD Kota Solo pada Kamis sore.
Baca juga: Mantan Presiden Jokowi Jamu Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad di Rumah Pribadi di Solo, Bahas Apa?
Mereka berorasi dan menggelar teatrikal di depan kantor dewan. Aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi pertama yang digelar pada Rabu (19/2/2025).
Dalam aksi pertama, mahasiswa meminta kepada dewan untuk menindaklanjuti surat tuntutan dalam kurun waktu 3 hari.
Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo beserta beberapa anggota dewan sempat menemui peserta aksi untuk menjelaskan terkait tindak lanjut tuntutan pada aksi pertama.
Akan tetapi peserta aksi menilai anggota dewan tidak menjalankan tugasnya.
Baca juga: Banjir Lumpuhkan Jalur Solo-Wonogiri di Kepuh Sukoharjo, Pengendara Dievakuasi Pakai Truk Polisi
Oleh karena itu peserta aksi sepakat untuk menyegel kantor dewan.
Koordinator Aksi, Syaiful menyampaikan, aksi kali ini bentuk konsekuensi yang diberikan atas janji dari dewan setelah aksi pertama.
Pihaknya menilai dewan tidak menjalankan tugasnya.
"Kita sudah menunggu tiga hari tidak ada kabar terbaru dari DPRD dan tidak ada etikat memberitahu kita."
"Oleh karena itu di hari ini kita sepakat DPRD sudah tidak sesuai dengan tugas dan pergerakannya."
"Maka kita sepakat untuk menyegel gedung ini," katanya kepada wartawan di sela aksi.
Peserta aksi lainnya, Fahrian dari HMI Cabang Solo menambahkan penyegelan dilakukan hingga anggota dewan sadar dan melakukan perbaikan di internalnya.
Baca juga: Astrid Bakal Lepas Jabatan Rektor Usai Jadi Wakil Wali Kota Solo
Sementara itu, peserta aksi, Ridwanul Hidayat mengungkapkan, akan terus mengawal tuntutan yang telah disampaikan dalam aksi.
Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya sebenarnya telah berusaha memenuhi tuntutan dari mahasiswa yang disampaikan saat aksi pertama.
Lantaran saat itu bertepatan dengan pelantikan kepala daerah serentak di Jakarta, terangnya, dia tidak bisa menerima peserta aksi tapi ada perwakilan fraksi yang telah menerima mahasiswa.
Kemudian setibanya di Solo, lanjut Budi, surat berisi tuntutan mahasiswa telah ditandatangani dan meminta Sekwan mengirimkan surat tersebut ke pusat.
"Dikirim ke Presiden RI dan DPR RI."
"Dan itu tidak lebih dari yang diminta mahasiswa yang meminta 3 hari," ungkapnya.
Di sisi lain dia sudah meminta klarifikasi kepada sekwan dan pihak sekwan telah berusaha menghubungi peserta aksi tapi tidak terhubung.
Kendati demikian, pihaknya yang jelas sudah meneruskan akan yang menjadi tuntutan mahasiswa mengingat isi tuntutan tersebut kewenangan berada di pusat.
"Karena keseluruhan dari tuntutan mahsiswa itu ranahnya pemerintah pusat dan DPR RI."
"Satu kaitanya banyak RUU yang kemarin dituntut."
"Kemudian Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Inpres (Nomor 1 Tahun 2025)," jelas Budi.
Saat ditanya soal penyegelan, menurut Ketua DPRD Kota Solo itu bagian penilaian dari mahasiswa.
Namun secara prinsip, dewan telah menindaklanjuti apa yang diinginkan mahasiswa.
"Kita tidak mengingkari apa yang menjadi tugas kami, menerima aspirasi dari masyarakat," imbuhnya. (*)
Baca juga: Niat Mau Ngopi, Pemotor Terjun ke Sungai dari Jembatan Merah Solo
| Investasi Jateng Tembus Rp23 Triliun, Namun Penyerapan Tenaga Kerja Justru Merosot! Lho Kok Bisa? |
|
|---|
| Miris Masih Ada PPPK Paruh Waktu Bergaji Rp 500 Ribu di Blora |
|
|---|
| Tak Ada Teguran, PPPK Ketahuan Selingkuh di Kendal Akan Langsung Dipecat |
|
|---|
| Mobil MBG Terguling di Kesesi Pekalongan, Sopir Ngaku tak Ngantuk |
|
|---|
| Tak Harus ke Pemalang, Warga Tegal Bisa Bikin Paspor di Kantor Imigrasi Slawi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/aksi-demo-mahasiswa-di-dprd-kota-solo-februari-2025.jpg)