Berita Purbalingga
Sempat Tertunda, Panggung Aksi Solidaritas Sukatani di Purbalingga Berlangsung Lancar
Balqis juga menyampaikan untuk acara hari ini menurutnya cukup di luar ekspetasi karena banyak sekali warga Purbalingga yang hadir.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA- Menanggapi adanya polemik terkait lagu Bayar Bayar Bayar dari band duo asal Purbalingga bernama Sukatani yang sempat di cekal oleh polisi beberapa waktu lalu karena liriknya yang dinilai tidak pantas, hari ini Sabtu (22/02/2025) aksi untuk menunjukan kepedulian sekaligus bentuk perjuangan dari kebebasan berekspresi telah dilaksanakan dengan aman dan lancar.
Aksi yang digelar dengan tujuan untuk memperjuangkan hak berekspresi tersebut telah dilaksanakan di Alun-alun Purbalingga pada pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.40 WIB.
Acara tersebut awalnya direncanakan akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB, namun ternyata terdapat beberapa kendala teknis sehingga acara tersebut mundur satu jam, dan mulai dilaksanakan pukul 15.00 WIB.
Meskipun acara sempat mundur satu jam, Balqis selaku aksi dari Kamisan Purwokerto kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (22/02/2025) menyampaikan bahwa acara hari ini berjalan dengan lancar.
“Iya tadi sempat ada kendala teknis, tapi alhamdulilah lancar dan temen-temen juga cukup berantusias,” ujarnya.
Baca juga: Vokalis Band Sukatani Dipecat Jadi Guru, Ada Alasan Kode Etik yang Dilanggar
Balqis juga menyampaikan untuk acara hari ini menurutnya cukup di luar ekspetasi karena banyak sekali warga Purbalingga yang hadir.
“Kami merasa sangat senang, sekaligus merasa hangat karena ternyata kalau keresahannya dikumpulin bareng-bareng itu jadi semangat dan banyak banget ternyata orang yang peduli. Semoga tadi dengan aksi kolektif bareng-bareng dan bagi-bagi sayur, bisa sampai pada masyarakat yang belum tahu isunya apa dan mereka jadi peka dengan demokrasi sekarang serta mereka juga tahu kalau sekarang artis lokal kita Sukatani sedang diintimidasi,” jelas Balqis.
Untuk aksi sore hari ini diawali dengan menyanyikan lagu milik Sukatani dengan judul Bayar Bayar Bayar kemudian dilanjutkan dengan membagi-bagikan sayur dari petani lokal, mimbar bebas dan ditutup dengan menyanyikan kembali lagu Bayar Bayar Bayar serta melakukan foto bersama.
Untuk acara mimbar bebas, para aksi dari acara Panggung Solidaritas Sukatani melakukan beberapa acara seperti perform menyanyi ataupun membaca puisi. Selain itu di acara ini juga terdapat orasi dari beberapa aksi yang datang.
Beberapa aksi yang berpendapat pada kesempatan orasi ini menyampaikan keresahan dan kemarahan mereka langsung dihadapan jajaran para polisi yang berjaga di depan panggung solidaritas tersebut.
Selain itu orasi dari para aksi panggung solidaritas ini juga diselingi oleh dansa yang diiringi kembali dengan lagu Bayar Bayar Bayar di hadapan jajaran para polisi. Kesempatan ini juga di lakukan oleh para aksi dengan mengumpulkan uang mereka kemudian mereka serahkan di hadapan jajaran para polisi sebagai bentuk perlawanan atas intimidasi mereka terhadap lagu karya seni milik band Sukatani itu.
Lebih lanjut para aksi panggung solidaritas itu juga merasa kecewa dan mempertanyakan mengapa polisi yang datang pada aksi ini didominasi oleh para polisi wanita atau polwan.
Beberapa diantara mereka bahkan menyoraki jajaran polisi yang berdiri di depan mereka karena hal tersebut.
Baca juga: Nahas Ayah dan Anak di Blora Tewas Usai Minum Racun Gulma
“Kalau dari polisi sejauh ini masih aman, tetapi sejauh ini saya rasa sangat disayangkan karena mengapa hanya ada para polisi wanita saja yang hadir dan polisi laki-lakinya enggak banyak yang hadir disini, saya juga tidak tau SOP nya bagaimana tetapi ini sangat disayangkan sekali,” kata Balqis.
Usai menyampaikan beberapa orasi dari perwakilan aksi yang datang, acara ini pun di tutup dengan menyanyikan kembali lagu Bayar Bayar Bayar dan melakukan sesi foto.
Kemudian Balqis selaku aksi dari Kamisan Purwokerto juga menyampaikan harapannya agar warga Purbalingga tetap merawat semangatnya dan tetap peka terhadap isu-isu yang melanggar hal-hak nya.
Ia juga turut menyampaikan terkait aksi lanjutan dari isu ini mungkin akan dibicarakan, namun ia berharap akan ada kembali aksi lanjutan karena masih banyak sekali isu-isu yang terjadi. (anr)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Solidaritas-sukatani-lancar.jpg)