Berita Jateng
Unik Tradisi Ketuk Pintu Jelang Perayaan Imlek di Semarang
Keluarga korban pun saat ini telah berada di Jakarta untuk melakukan tes DNA guna pencocokan identitas korban.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tradisi Ketuk Pintu menjelang perayaan Imlek di kawasan Pecinan Semawis Semarang merupakan acara tahunan yang digelar sebagai penanda awal dari hari raya tahun baru cina.
Perayaan ini juga merupakan simbol toleransi beragama di Kota Semarang. Ketuk pintu dilaksanakan di Klenteng Tay Kak Sie.
Acara ini merupakan tradisi permohonan doa restu dan slametan agar acara Pasar Semawis yang digelar saat perayaan Imlek bisa berjalan dengan lancar.
"Kami mendatangi ke 9 klenteng itu untuk sosialisasilah, atau pemberitahuan akan diadakan pasar Imlek. Ini merupakan kearifan lokal yang sudah zaman dahulu, kami jalankan," kata Harjanto Halim Ketua Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis) di Klenteng Tay Kak Sie, Sabtu (18/1/2025).
Baca juga: Sosok AKBP Eka Baasith Kapolres Kebumen yang Baru
Menurutnya, tahun ini merupakan momentum yang bagus. Lantaran pada tahun ini, bergulirnya pemerintahan baru di Indonesia, sehingga diharapkan menjadi awal yang baik.
Selain itu juga menyambut adanya destinasi pariwisata baru di Pecinan yakni Gang Baru.
"Indonesia punya presiden baru, Jateng punya gubernur baru, terus Semarang punya walikota baru dan gang baru juga akan di jadikan destinasi pariwisata baru. Jadi menurut saya ini momentum yang bagus, setelah itu juga ada pembagian abu dari 9 klenteng yang merupakan kearifan lokal Pecinan. Jadi ini bagus," katanya.
Pada tahun ini, para pengurus Kopi Semawis akan menuju sembilan klenteng di kawasan Pecinan dengan dikawal oleh barongsai dan didampingi oleh ratusan para ibu-ibu yang berkebaya.
"Ada sekitar 200an mungkin ya. Ini bagus, dan perlu dicatat sebagai momentum, para pengunjung yang ke pasar Imlek Semawis wajib berkebaya, dan laki-laki menyesuaikan atau pakai sarung," tuturnya.
Dia berharap, hal ini nantinya akan menjadi tradisi. Untuk pengunjung yang menggunakan kebaya, akan mendapatkan kantong Imhok, air suci dan terong susu.
"Pecinan ini merupakan tempat akulturasi. Cina, Jawa, dan Islam. Semua nyampur dan jadi sesuatu yang indah sebagai khasnya Kota Semarang,"
Dia berharap, usai pasar Imlek nanti selesai akan ada pasar Gang Baru yang akan meneruskan.
Pada saat acara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Sugiyanto mengapresiasi jalannya prosesi Ketuk Pintu dan acara Imlek di Pecinan Semarang.
Pada acara ini, merupakan acara yang biasa dilakukan seperti halnya orang Jawa atau muslim yakni slametan, sehingga pada kegiatan tersebut terjalin toleransi antar umat beragama.
Baca juga: Sosok AKBP Mariska, Pejabat Ditlantas Polda Jateng yang Kini Jabat Kapolres Banjarnegara
"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka toleransi agama juga dilakukan doa bersama dengan cara muslim, yang dilakukan oleh Modin setempat, ini merupakan toleransi beragama di kota Semarang yang sangat tinggi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Ketuk-pintu-imlek-semarang.jpg)