Kamis, 23 April 2026

Berita Jateng

Sosok Pengendara Stream 2 Kali Kejar dan Tabrak Geng Bersenjata di Kabupaten Semarang

Dua peristiwa pengejaran yang terjadi pada waktu dan wilayah berbeda tersebut dilakukan oleh orang yang sama

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: khoirul muzaki
Istimewa
aksi pengejaran pengemudi mobil kepada gerombolan pemotor bersenjata tajam di wilayah Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Selasa (7/1/2025) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Inilah sosok dibalik viralnya di internet dua peristiwa heroik pengejaran terhadap gerombolan pemotor bersenjata tajam (sajam) di wilayah Kabupaten Semarang.

Dua peristiwa pengejaran yang terjadi pada waktu dan wilayah berbeda tersebut dilakukan oleh orang yang sama, yakni pengemudi mobil Stream berinisial EP (33).

EP pernah mengejar dan menabrak pemotor berboncengan tiga membawa celurit hingga lari terbirit-birit di kawasan Exit Tol Bawen, Kecamatan Bawen pada pada Minggu (15/12/2024) dini hari.

Terbaru, EP dan temannya kembali mengejar bahkan menangkap satu di antara gerombolan pemotor bersajam di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Selasa (7/1/2025) dini hari tadi.

Video-video yang beredar di media sosial pun heboh, bahkan sebagian besar netizen kagum dan mengapresiasi keberanian pengemudi mobil tersebut.

Baca juga: Sudi Abdallah Siap Tempur Jelang Laga Persita vs PSIS

EP mengaku, merasa geram dan resah atas maraknya pemotor bersajam atau kreak-kreak yang masih sering berkeliaran.

“Untuk kejadian dini hari tadi saya geram karena kreak-kreak itu menggores-goreskan senjata tajamnya ke jalan di dekat daerah saya.

Langsung saya kejar, bahkan satu orang yang naik motor melemparkan senjata tajamnya ke mobil saya mengenai kap mesin, terekam di video tapi memang kurang jelas,” kata EP kepada Tribunjateng.com, Selasa.

Dia berpendapat, kreak-kreak tersebut diduga sempat berniat meneror atau mengganggu dirinya setelah peristiwa viral pengejaran pertamanya di kawasan Bawen.

Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya, EP sempat mendapat laporan dari teman-temannya bahwa gerombolan pemotor bersenjata tajam sering lewat daerah dia.

“Kemungkinan kebetulan, tapi menurut saya berbeda.

Yang saya rasa, sudah pada tahu siapa yang waktu itu mengejar kreak-kreak itu, jadi pada mengganggu ke sini,” imbuh dia.

Meskipun demikian, EP mengaku, tidak gentar.

Keberaniannya tersebut langsung dibuktikan dia pada peristiwa keduanya dengan kembali mengejar para pelaku.

Dia berharap, warga lainnya juga terdorong untuk membuat sistem keamanan atau bersama-sama membasmi kreak bersenjata tajam.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved