Senin, 4 Mei 2026

Berita Jateng

Sepinya Pasar Banjardowo Semarang Sampai Kios-kios Berubah Jadi Tempat Tinggal

Beberapa kios-kios di Pasar Banjardowo Kecamatan Genuk Kota Semarang, kosong dan tak digunakan.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
Rezanda Akbar/Tribun Jateng
Kondisi Kios di Pasar banjardowo Semarang 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Beberapa kios-kios di Pasar Banjardowo Kecamatan Genuk Kota Semarang, kosong dan tak digunakan. Aktivitas jual beli pun tak begitu terasa dibandingkan pasar tradisional pada umumnya.

Sepinya dari geliat ekonomi pasar bermulai dari dampak Covid-19 terhitung tahun 2020, sehingga banyak dari pedagang yang kesulitan memutarkan kembali modalnya.


"Setelah covid mulai tidak aktiv berjualan, terdampak dari covid setelah. Saat ini sudah mulai naik dan beberapa ada yang buka lagi," kata Sutopo Ketua Pasar Banjardowo, Genuk Semarang, Senin (6/1/2025).


Sutopo mengatakan ada sekitar 200an kios di Pasar Banjardowo untuk saat ini baru sekitar 35 persen-an yang digunakan.


"Ada pedagang yang curhat kalau sepi kondisinya, ya di sini juga pasarnya tidak berada di pemukiman padat penduduk, jadi itu juga faktor sepinya. Ya harapan mereka pemerintah mau memperhatikan juga," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Akan Hidupkan Kembali Ujian Nasional Mulai 2026, PGRI Beri Tanggapan


Kendati demikian, di Pasar Banjardowo Kecamatan Genuk, kios digunakan untuk rumah produksi percetakan, servis alat elektronik, penjualan sembako, alat pancing, angkringan, toko makanan unggas, toko hewan-hewan peliharaan, bahkan tak sedikit juga yang digunakan selayaknya hunian.


Saat Tribunjateng mendatangi Pasar Banjardowo, beberapa orang sibuk terlihat aktivitas mencuci pakaian dan menjemurnya. 


Sutopo tak menampik adanya beberapa kios yang malah alih fungsi jadi hunian di Pasar Banjardowo Semarang, asal tetap membayar retribusi. Malahan, kehadiran para orang yang tinggal di Pasar Banjardowo, dinilai membantu untuk menjaga kondisi pasar.


"Ada beberapa kios yang digunakan untuk rumah, mereka tetap bayar retribusi istilahnya. Ya mereka membantu juga, untuk jaga kondisi pasar saat malam," ujar Sutopo. (Rad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved