Jumat, 24 April 2026

Kecelakaan Pesawat Jeju Air

Roda Jeju Air Gagal Turun setelah Diduga Tabrak Burung, Pesawat Sempat Putar Balik

Tabrakan burung diduga menjadi penyebab kerusakan roda pendaratan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu.

|
Penulis: rika irawati | Editor: rika irawati
Yonhap via Reuters
Pesawat Jeju Air jatuh saat mendarat darurat di Bandara Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). Kecelakaan ini diduga dipicu tabrakan dengan burung. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MUAN - Tabrakan burung diduga menjadi penyebab kerusakan roda pendaratan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024) pukul 09.07 waktu setempat.

Akibatnya, pesawat tak bisa mendarat dengan mulus dan berakhir dengan menabrak dinding perimeter, menyebabkan pesawat berbelok keluar dari landasan pacu, pecah, dan terbakar.

Namun, tabrakan dengan burung ini masih dalam penyelidikan.

Dikutip The Guardian dari Yonhap, pilot pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 2216 dari Bangkok tampaknya mencoba melakukan pendaratan darurat setelah roda pendaratan pesawat tidak berfungsi dengan baik.

Baca juga: 28 Orang Tewas, Pesawat Jeju Air Terbakar saat Mendarat di Muan Korea Selatan akibat Kerusakan Roda

Menurut pejabat di tempat kejadian, selama upaya pendaratan darurat tersebut, pesawat tidak dapat mengurangi kecepatan secara memadai saat mendekati ujung landasan pacu.

Pesawat kemudian menabrak bangunan bandara di ujung landasan pacu, mengakibatkan kerusakan parah pada badan pesawat dan memicu kebakaran.

Sempat Mencoba Mendarat

Pesawat Jeju Air dilaporkan telah mencoba satu kali pendaratan sebelum dipaksa untuk "putar balik" ketika roda pendaratan gagal turun secara normal. 

Baca juga: Video Pesawat Azerbaijan Jatuh Ditembak Pertahanan Udara Rusia, 38 Orang Tewas

Go-around adalah manuver penerbangan standar di mana pilot membatalkan upaya pendaratan dan berputar-putar untuk mencoba lagi.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Jeju Air mendarat darurat di Muan, Korea Selatan.

Pesawat tersebut membawa 181 orang, terdiri dari 175 penumpang dan 6 kru.

Laporan awal, sedikitnya 28 penumpang tewas. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved