Berita Jateng
Kreatif Pemuda Kendal Sulap Limbah Serat Aren Jadi Pot Bunga Cantik
Keberadaan limbah serat aren di Dusun Mlaten Desa Pagertowo Kecamatan Limbangan Kendal cukup melimpah ruah.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Keberadaan limbah serat aren di Dusun Mlaten Desa Pagertowo Kecamatan Limbangan Kendal cukup melimpah ruah.
Serat aren memiliki tekstur lebih kasar sehingga sulit membusuk dan terurai di tanah. Alhasil, limbah hasil olahan tepung tapioka tersebut bahkan sampai menggunung di sekitar pinggiran sungai desa.
Fenomena itu kemudian menggugah hati Sulistiyanto, warga sekitar yang berpikir keras untuk merubah limbah serat aren menjadi barang bernilai mewah.
Awalnya, ide itu muncul atas dorongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah mengabdi di desa tersebut pada 2020 sebelum pandemi.
Mahasiswa mengusulkan agar limbah hasil olahan tepung bisa dimanfaatkan, syukur-syukur bisa membuka peluang sektor ekonomi.
Pria yang akrab disapa Sulis itu, akhirnya menemukan solusi dengan merubah serat limbah aren menjadi kerajinan tangan, berupa wadah hiasan bunga anggrek serta media tanaman rambat lain bernilai jual mewah dengan harga murah meriah.
"Saya coba buat kerajinan dari serat aren, karena memang di sini produksi hasil aren sangat melimpah. Kalau di sini pemasok bahan mentah tepung tapioka," kata Sulis ditemui di rumahnya, Sabtu (30/11/2024).
Proses pembuatannya pun cukup mudah. Hanya diperlukan alat berupa gunting, penggaris, paku, dan kawat ram kandang.
Pertama, kawat ram kandang dipotong sesuai ukuran dan model yang dipesan oleh pembeli. Namun tak jarang, Sulis juga membuat pola sendiri sebagai tampilan display di rumahnya.
Baca juga: Rekrut Empat Pemain Baru, Persipa Pati Diperkuat Penyerang Naturalisasi Asal Paraguay
Setelah model terbentuk, serabut aren yang telah dicuci dan dipisahkan dari serbuknya, kemudian dimasukkan ke dalam kawat ram yang telah dibentuk.
"Jadi serat arennya harus dicuci terus dikeringkan dulu, biar tidak berjamur. Setelah kering terus dimasukkan ke model yang sudah dibuat tadi. Harus utuh dan padat supaya bagus," sambungnya.
Diakui Sulis, pembuatan kerajinan tangan miliknya tak perlu memerlukan keahlian khusus. Ia bahkan hanya melihat cara pembuatan melalui video YouTube.
"Saya lihat sekali terus saya praktikkan, dan alhamdulillah berhasil," ujarnya.
Bermodal rasa percaya diri dan tekad kuat, akhirnya Sulis menjajal market place Facebook untuk membuka lapak perdana.
Tak dinyana, respons yang diberikan pembeli di Facebook cukup bagus. Di sinilah kemudian lapak milik Sulis menjadi cukup dicari terutama pemilik toko bunga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kerajinan-serat-aren.jpg)