Pilbup Banyumas 2024

Didukung Semua Parpol Parlemen, Kenapa Suara Sadewo-Lintarti di Pilkada Banyumas Tak Maksimal?

Dukungan semua parpol di parlemen nyatanya tak membuat perolehan suara pasangan Sadewo-Lintarti di Pilkada Banyumas maksimal. Apa yang terjadi?

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Calon bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan istri menunjukkan kertas suara saat menggunakan hak pilih di TPS 07 Kelurahan Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (27/11/2024). Pasangan Sadewo-Lintarti unggul sementara dalam perolehan suara hasil hitung cepat Pilkada Banyumas. 

Kedua belas parpol pengusung tersebut adalah PDI Perjuangan, PKB, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Nasdem, PAN, PPP, PKS, Partai Gelora, Partai Demokrat, Perindo dan Partai Ummat.

Pantauan Budi di lapangan, ada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) dimana anggota DPRD Banyumas tinggal tetapi justru Sadewo-Lintarti kalah dari kotak kosong.

"Berarti, kesimpulannya kan (anggota dewan tersebut) tidak bekerja."

"Ya, kita pasti juga melihat basis-basis dukungannnya si A dimana walaupun secara partai mereka mendukung tapi di basis, mereka berangkat dari dapil mana kan harusnya ekuivalen, tapi ternyata tidak," ungkap Budi.

Sebenarnya, pihaknya sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan harapan semua kader partai lain ikut bergerak.

Khusus untuk PDI Perjuangan, Budi meyakini seluruh kader bergerak.

Mengingat, Sadewo merupakan kader partai.

"Jadi, di sini, apakah kader di bawah tidak nurut atau bagaimana, kami tidak ngerti."

"Tapi, kalau dengan melihat dukungan dari masyarakat yang sudah mencapai 60 persen lebih, menurut kami, sudah bagus," katanya. 

Baca juga: Bikin Ketar Ketir! Hasil Pilkada Banyumas: Kotak Kosong Ungguli Sadewo-Lintarti di TPS Perkotaan

Ia memaklumi bahwa untuk disukai seluruh masyarakat, sudah pasti tidak ada.

Dengan dukungan 60 persen lebih sudah cukup bagus dan berarti suara 60 persen lebih suara yang riil.

Pengaruh Kampanye di Medsos

Budi mengatakan, media sosial memiliki pengaruh cukup besar.

Seperti diketahui, kampanye kotak kosong di dunia maya cukup masif.

Terkait hal ini, pihaknya akan melakukan evaluasi agar ke depan lebih baik.

"Partai kan punya basis dukungan massa sehingga kalau orang sudah fanatik dengan Partai X, misalnya di basis dukungan orang PDIP, walaupun digempur seperti apa, menurut kami, mereka tetap mendukung PDIP."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved