Berita Jateng
Alat Berat Sudah Dikerahkan, Kobaran Api di Pabrik Mainan Kendal Masih Sulit Dipadamkan
Kasi Opsdal Damkar Kendal, Jambari tak memungkiri kesulitan yang dialami timnya saat berjibaku memadamkan api.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
Namun, hingga Sabtu (2/11/2024) beberapa titik api masih berkobar. Kepulan asap hitam juga masih terlihat membumbung tinggi.
Tim pemadam kebakaran sempat mengutarakan kesulitan akses untuk memadamkan titik api yang berada di dalam bangunan.
Baca juga: Program Food Estate di Temanggung Wonosobo Era Jokowi Dinilai Gagal, Tapi Akan Dilanjutkan
Sebab, akses masuk ke dalam terhalang reruntuhan bangunan yang sewaktu-waktu bisa roboh.
Tak ingin mengambil resiko yang lebih berbahaya itu, Damkar pun meminta perusahaan agar menggunakan alat berat begu untuk merobohkan sisa reruntuhan.
"Kami sudah minta ke perusahaan agar mendatangkan alat berat," kata Kasi Opsdal Damkar Kendal, Jambari.
Alat berat begu yang sudah tiba di lokasi kebakaran sejak semalam, langsung bergerak membantu melanjutkan pemadaman.
Operator begu kemudian merobohkan sisa reruntuhan bangunan bagian depan dekat pos satpam.
Begu lalu bergerak ke sisi sebelah utara bangunan agar memudahkan proses pemadaman.
Terlebih, di dekat titik tersebut juga masih terdapat kobaran api yang masih menyala.
Terpantau juga, dua unit mobil pemadam kebakaran telah bersiap untuk kembali memadamkan api.
Baca juga: Warga Kaget Dengar Suara Gemuruh, Ternyata Helikopter Mendarat di Sawah Randublatung Blora
Kapolres Kendal, AKBP Feria Kurniawan, menjelaskan bahwa kebakaran bermula di area panting bagian cat produksi di lantai dua.
Setelah itu, api berkobar hebat dan menjalar dari kayu yang terkena tiner merembet ke kaleng cat di sekitarnya.
"Dengan cepat, api kemudian membesar dan merambat ke area lain," tuturnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto mengatakan PT Master Kidz Indonesia mengalami kerugian besar imbas kebakaran tersebut.
Hanya saja, pihaknya belum merinci jumlah kerugian yang dialami.
"Saat ini fokus kami masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pemicu kebakaran," tandasnya. (ags)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.