Jumat, 10 April 2026

Kebakaran Pabrik Mainan di Kendal

Hampir 10 Jam, Kebakaran Pabrik Mainan Master Kidz di Kendal Belum Padam. Ini Kendala Tim Damkar

Suplai air dan jalur masuk menjadi kendala tim pemadam memadamkan api yang melalap pabrik mainan PT Master Kidz di Kawasan Industri Kendal (KIK).

|
TRIBUNBANYUMAS/AGUS SALIM
Petugas pemadam kebakaran dibantu BPBD Kendal berusaha memadamkan api yang membakar pabrik PT Master Kidz Indonesia Kawasan Industri Kendal, Jumat (1/11/2024). Hingga Jumat petang, atau hampir 10 jam sejak kebakaran terjadi, api belum berhasil dipadamkan lantaran sejumlah kendala yang dihadapi tim pemadam kebakaran. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Tim pemadam kebakaran kesulitan mendapatkan suplai air untuk memadamkan kobaran api yang melalap pabrik mainan milik PT Master Kidz di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jumat (1/11/2024).

Sekitar 10 jam sejak kebakaran diketahui pukul 08.30 WIB, api belum berhasil dijinakkan.

Kasi Opsdal Damkar Kendal Jambari mengatakan, sistem air dari pipa hidrant yang tersedia di sekitar pabrik belum mencukupi kebutuhan.

"Pabriknya kan cukup luas sehingga perlu banyak lagi suplai air," kata Jambari ditemui di lokasi, Jumat (1/11/2024) petang.

Ia menambahkan, pihaknya terpaksa menggunakan air dari selokan sekitar pabrik, yang berwarna keruh dan berbau.

"Iya, akhirnya kami akali pakai ini daripada tidak padam-padam apinya," kata dia.

Baca juga: Seorang Karyawan Pingsan dan Beberapa Orang Luka dalam Insiden Kebakaran Pabrik Mainan Kendal

Cara ini rupanya cukup efektif sembari menunggu pasokan air dari BPBD dan mobil Damkar lain yang masih mencari air.

"Alhamdulillah meskipun belum bisa padam, setidaknya masih ada yang bisa kami lakukan untuk memadamkan api," paparnya.

Akses Masuk Terhalang Reruntuhan

Selain pasokan air, Jambari mengatakan, pemadaman api juga terkendala akses masuk ke lokasi kebakaran.

Menurutnya, jalur masuk menuju titik api tertutup material reruntuhan sehingga mobil pemadam kebakaran hanya bisa beraksi dari sisi luar pabarik.

"Kami hanya bisa padamkan apinya dari luar karena akses masuk terhalang reruntuhan bangunan," katanya ditemui di lokasi, Jumat sore.

Terkait hal ini, Jambari mengatakan, pihaknya meminta pemilik pabrik mendatangkan alat berat untuk merobohkan sisa-sisa bangunan.

"Kami tadi sudah minta pemilik untuk mendatangkan alat berat backhoe, tapi belum datang juga sore ini," sambungnya.

Ia menambahkan, alat berat menjadi pilihan utama untuk merobohkan bangunan yang terbakar sehingga membuka jalan masuk mobil pemadam kebakaran menjangkau lebih luas lokasi kebakaran.

"Kami minta secepatnya agar didatangkan alat berat itu, kalau begini terus, kami susah madamkannya," keluhnya.

Api Bersumber dari Lantai 2

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved