Berita Jateng

Pimpinan DPRD Jateng Dilantik, Kawal Realisasi Jawa Tengah Jadi Lumbung Pangan Nasional

Lima pimpinan DPRD Jateng mengambil sumpah dan janji, Selasa. Mereka bakal memastikan Jateng sebagai lumbung pangan nasional sesuai RPJMD.

Tribunbanyumas.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Pimpinan DPRD Jateng mengambil sumpah jabatan dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD Jateng, Selasa (15/10/2024). DPRD Jateng kembali dipimpin Sumanto sebagai ketua. 

Pada masa kepemimpinannya, Sumanto akan mengikuti visi misi gubernur terpilih.

Namun, yang paling utama dilakukan sesuai Perda yang telah ditetapkan adalah merealisasikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"RPJMD merupakan visi misi kepala daerah terpilih," tuturnya.

Sumanto menerangkan, RPJPD Jateng hingga 20 tahun ke depan adalah mewujudkan Jateng sebagai lumbung pangan nasional

Oleh sebab itu, arah kebijakan anggaran harus diprioritaskan pada lumbung pangan.

"Di samping, prioritas kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan infrastruktur yang diturunkan RPJPD di beberapa Perda nantinya," jelasnya.

Sumanto menjelaskan, mewujudkan lumbung pangan nasional perlu adanya kesiapan lahan, irigasi, embung, dan sumber daya manusia (SDM). Oleh sebab itu, perlu disiapkan bagaimana menjadi petani unggul.

"Unggul tidak hanya menguasai bidangnya tetapi juga kesejahteraannya agar tenang saat menggarap sawah," katanya.

Baca juga: DPRD Jateng 2024-2029 Ada 8 Fraksi, Ini Rinciannya

Selain memastikan tercapainya RPJPD, Sumanto juga menyinggung soal Rencana Tata Ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi Jateng yang telah disahkan. 

Pada RTRW itu, lahan hijau tidak dikurangi melainkan ditambah.

"Nah, itu menjadi program utama kami. Setelah kami hitung, RTRW kami tetapkan menjadi prioritas harus dipertahankan," ungkapnya.

Sementara itu, PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan, DPRD merupakan mitra sejati Pemprov Jateng. Oleh sebab itu, koordinasi akan terus dilakukan.

"Tujuannya, untuk meningkatkan layanan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurut Nana, kerjasama itu diharapkan dapat meningkatkan program prioritas untuk menangani masalah kemiskinan, pengangguran, pengendalian inflasi dan stunting.

"Selama satu tahun ini, banyak mengalami penurunan tetapi bukan berarti selesai. Melainkan, awal kebangkitan kita agar lebih menangani secara berkelanjutan," terangnya.

Baca juga: Meski di Bawah Bayang Perang Dunia, Persediaan Pangan di Jateng Dipastikan Aman

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved