Berita Jateng
Pendiam dan Penurut, Sosok Mahasiswa Korban Pembacokan di Semarang di Mata Keluarga Jepara
Menurutnya sosok almarhum dikenal sebagai pendiam dan penurut kepada orang tua maupun keluarganya.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Muhammad Tirza Nugroho Hermawan (21), korban pembacokan di Kota Semarang dikenal keluarga sebagai sosok pendiam dan jadi cucuk kesayangan kakeknya.
Pantauan Tribunjateng di lokasi, nampak rumah duka yang berada di Dukuh Bakalan RT 02 RW 05, Kelurahan Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara penuh di datangi oleh sanak keluarga, dan tetangga rumah hingga teman dekatnya.
Terlihat jenazah Alm Tirza sampai kediamanannya sekiranya pukul 13.20 WIB diantara menggunakan mobil ambulan, Selasa (17/9/2024).
Kakek Alm Tirza, Sukamta (73) menyampaikan bahwa Almarhum saat ini masih menempuh pendidikan di Universitas Dian Nusantara (Udinus) Kota Semarang, semester tujuh dengan jurusan Teknik Informatika.
Menurutnya sosok almarhum dikenal sebagai pendiam dan penurut kepada orang tua maupun keluarganya.
Baca juga: Jangan Takut, Fenomena Langka Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi di Tanggal Ini
"Memang pendiam, kalau di tanya dijawab seadanya saja," kata Sukamta kepada Tribunjateng, Selasa (17/9/2024).
Dia menjelaskan bahwa Alm adalah anak pertama dari pasangan Dwi Candra Yuli Hermawan dan Etik.
Alm menjadi cucu ke empat bagi Sukamta.
"Anak itu adalah anak pertama dari Istri pertama anak saya yang nomor dua, ibu kandungnya orang Rembang saat ini sudah nikah lagi, papahnya juga sudah nikah lagi. Saat ini ibu sambungnya Sri Setyo Wati," ucapnya.
Ketika kecil kata dia, Alm sering sekali diasuh dan dekat sekali dengan istri Sukamta.
"Sejak kecil dekat sama mbah putrinya," ujarnya.
Sukamta menceritakan bahwa sebelum mendapatkan kabar meninggalnya Tirza, Alm sempat pulang ke rumah terlebih dahulu untuk menghabiskan waktu berkumpul sanak keluarga besarnya ketika hari libur Maulud Nabi.
Dia tidak menyangka bahwa pertemuan itu menjadi hari terakhir bertemu dengan cucu kesayangnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Gempa Tektonik Darat M 2,7 Guncang Banjarnegara, Kedalaman Hanya 5 KM
"Kemarin (Senin) baru pulang dari sini, jam 16.30 WIB, sampai Semarang Pukul 19.00 WIB. Saya ditelpon kalau sudah sampai Semarang. Setelah itu tidak ada kabar," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa awalnya keluarga hanya mendapatkan kabar dari teman Tirza mengalami kecelakaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kediaman-korban-pembacokan-di-jepara.jpg)