Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Pati

21 Rumah Warga Purworejo Pati Rusak Akibat Tanah Gerak, Warga Diminta Mengungsi

Sebanyak 21 rumah di Purworejo, Pati, rusak akibat pergerakan tanah. Tiga rumah nyaris roboh sehingga warga diminta mengungsi.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK KADES PURWOREJO PATI
Rumah warga rusak akibat pergerakan tanah di Purworejo, Kabupaten Pati, Jawa tengah, Sabtu (7/9/2024). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Puluhan bangunan di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), rusak akibat tanah bergerak.

Pergerakan tanah ini diduga dipicu penurunan muka tanah akibat kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut.

Kepala Desa Purworejo Dwi Sumaryono mengatakan, pergerakan tanah itu terjadi di wilayah tepi Sungai Silugonggo.

Terlihat pergerakan tanah yang memanjang, bahkan menganga cukup lebar.

Ada 21 bangunan yang rusak, meliputi rumah maupun rumah toko (ruko).

Tiga rumah di antaranya bahkan hampir roboh.

"Kejadiannya mulai Jumat (6/9/2024) sampai Sabtu (7/9/2024). Kemungkinan karena kemarau dan air sungai menurun, akhirnya terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan kerusakan pada rumah di bantaran Sungai Silungonggo, terutama di Dukuh Guyangan," kata Dwi, Minggu (8/9/2024).

Baca juga: Kades Winong Diduga Tilap Dana Desa Rp300 Juta, Inspektorat Pati Terjunkan Tim Investigasi

Pihaknya menaksir, total kerugian yang dialami warga akibat musibah ini mencapai Rp1,8 miliar.

Warga Diimbau Mengosongkan Bangunan

Tanah terbelah memanjang dan menganga di permukiman warga di Purworejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2024). Pergerakan tanah itu membuat puluhan rumah warga rusak.
Tanah terbelah memanjang dan menganga di permukiman warga di Purworejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2024). Pergerakan tanah itu membuat puluhan rumah warga rusak. (TRIBUNBANYUMAS/DOK KADES PURWOREJO PATI)

Dwi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, antara lain Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas PUPR, Pelaksana PT Wijaya Karya (Wika), dan juga warga terdampak bencana tersebut.

"Kami sudah rapat bersama untuk segera melakukan penanganan terkait terjadinya penurunan tanah yang ada di bantaran Sungai Silungonggo tersebut," kata dia. 

Baca juga: Ibu Muda Korban Penusukan di Jepalo Pati Meninggal, Mantan Kekasih Terancam Hukuman Mati

Dari hasil rapat, disimpulkan bahwa terjadi penurunan tanah dampak kekeringan yang mengakibatkan debit air sungai menurun 1,5 meter dari titik 0 ketika kondisi normal air dari laut. 

"Untuk mengatasi hal tersebut, diambil upaya darurat, yakni meminta secepatnya penggelontoran air dari Bendung Wilalung atau Kedungombo."

"Pemilik rumah dan kios kami anjurkan mengosongkan bangunan dan tidak tinggal di bangunan tersebut," kata dia.

Pemilik ruko yang mengalami kerusakan, Muniroh (50) mengatakan, kerusakan terjadi pada Sabtu sore.

"Ada suara 'dak dak dak!', terus tembok depan, kanan-kiri mulai retak-retak selepas magrib. Saya dan suami langsung menyelamatkan barang-barang. Ada Pak Polisi yang ikut membantu," kata dia. (*)

Baca juga: Perebutan Kursi Ketua DPRD Blora Bikin Internal PKB Panas, Wakil Ketua Tak Terima Tak Masuk Usulan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved