Berita Pati
21 Rumah Warga Purworejo Pati Rusak Akibat Tanah Gerak, Warga Diminta Mengungsi
Sebanyak 21 rumah di Purworejo, Pati, rusak akibat pergerakan tanah. Tiga rumah nyaris roboh sehingga warga diminta mengungsi.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Puluhan bangunan di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), rusak akibat tanah bergerak.
Pergerakan tanah ini diduga dipicu penurunan muka tanah akibat kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut.
Kepala Desa Purworejo Dwi Sumaryono mengatakan, pergerakan tanah itu terjadi di wilayah tepi Sungai Silugonggo.
Terlihat pergerakan tanah yang memanjang, bahkan menganga cukup lebar.
Ada 21 bangunan yang rusak, meliputi rumah maupun rumah toko (ruko).
Tiga rumah di antaranya bahkan hampir roboh.
"Kejadiannya mulai Jumat (6/9/2024) sampai Sabtu (7/9/2024). Kemungkinan karena kemarau dan air sungai menurun, akhirnya terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan kerusakan pada rumah di bantaran Sungai Silungonggo, terutama di Dukuh Guyangan," kata Dwi, Minggu (8/9/2024).
Baca juga: Kades Winong Diduga Tilap Dana Desa Rp300 Juta, Inspektorat Pati Terjunkan Tim Investigasi
Pihaknya menaksir, total kerugian yang dialami warga akibat musibah ini mencapai Rp1,8 miliar.
Warga Diimbau Mengosongkan Bangunan
Dwi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, antara lain Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas PUPR, Pelaksana PT Wijaya Karya (Wika), dan juga warga terdampak bencana tersebut.
"Kami sudah rapat bersama untuk segera melakukan penanganan terkait terjadinya penurunan tanah yang ada di bantaran Sungai Silungonggo tersebut," kata dia.
Baca juga: Ibu Muda Korban Penusukan di Jepalo Pati Meninggal, Mantan Kekasih Terancam Hukuman Mati
Dari hasil rapat, disimpulkan bahwa terjadi penurunan tanah dampak kekeringan yang mengakibatkan debit air sungai menurun 1,5 meter dari titik 0 ketika kondisi normal air dari laut.
"Untuk mengatasi hal tersebut, diambil upaya darurat, yakni meminta secepatnya penggelontoran air dari Bendung Wilalung atau Kedungombo."
"Pemilik rumah dan kios kami anjurkan mengosongkan bangunan dan tidak tinggal di bangunan tersebut," kata dia.
Pemilik ruko yang mengalami kerusakan, Muniroh (50) mengatakan, kerusakan terjadi pada Sabtu sore.
"Ada suara 'dak dak dak!', terus tembok depan, kanan-kiri mulai retak-retak selepas magrib. Saya dan suami langsung menyelamatkan barang-barang. Ada Pak Polisi yang ikut membantu," kata dia. (*)
Baca juga: Perebutan Kursi Ketua DPRD Blora Bikin Internal PKB Panas, Wakil Ketua Tak Terima Tak Masuk Usulan
| Komnas HAM Desak Penerapan Pasal Pemberatan terhadap Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Pati |
|
|---|
| Inisiator Demo Pati Ahmad Husein Dipukul Orang Tak Dikenal saat Beli Satai, Hidung Berdarah |
|
|---|
| LPKS Jamin Keamanan dan Kerahasiaan Identitas Korban Percabulan Kiai Ashari Pati |
|
|---|
| Pati Bakal Punya Pabrik Baru di Margorejo, Warga Berharap Dapat Prioritas Jadi Tenaga Kerja |
|
|---|
| Polisi Bekuk Otak Pelarian Kiai 'Cabul' Ashari, Kuswandi Berkilah: Saya Cuma Bantu Carikan Lawyer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rumah-warga-Purworejo-pati-rusak-akibat-pergerakan-tanah.jpg)