Pilbup Banyumas 2024
Profil Maruf Cahyono Eks-Sekjen MPR Maju Calon Bupati di Pilkada Banyumas
Dilihat dari latar belakang Maruf Cahyono yang lama di MPR, dia dekat dengan beberapa tokoh partai politik.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Berikut profil Maruf Cahyono, mantan Sekjen MPR yang maju sebagai bakal calon Bupati Banyumas di Pilkada 2024.
Maruf Cahyono telah mendapatkan rekomendasi dari Partai Nasdem dengan berpasangan dengan politikus Partai Gerindra sekaligus Sekretaris DPC Gerindra Banyumas, Rachmat Imanda.
Partai Nasdem hanya memiliki satu kursi di DPRD Banyumas, sehingga pasangan Maruf Cahyono dan Rachmat Imanda masih membutuhkan cukup banyak kursi agar bisa maju pada Pilbup Banyumas 2024.
Baca juga: Koalisi Banyumas Maju Resmi Usung Maruf-Imanda di Pemilihan Bupati Banyumas 2024, Tantang Sadewo
Jika pasangan ini 'langgeng' hingga pendaftaran calon, Gerindra yang memiliki tujuh kursi tampaknya bakal memberikan rekomendasi kepada kadernya ini.
Namun demikian, jumlah kursi partai politik pengusung tetap saja masih kurang.
Sehingga, pasangan ini masih membutuhkan tambahan jumlah kursi partai koalisi untuk memenuhi persyaratan sehingga dapat mendaftar di KPU pada akhir Agustus 2024 mendatang.
Di sisi lain, Maruf Cahyono yang bukan kader partai tentu harus bergerilya mencari dukungan dari parpol parlemen atau yang memiliki kursi di DPRD.
Baca juga: Menguat Pilkada Banyumas Diikuti Dua Pasangan Calon, Begini Sikap Gerindra dan PDIP
Dilihat dari latar belakang Maruf Cahyono yang lama di MPR, dia dekat dengan beberapa tokoh partai politik.
Maruf Cahyono dilantik menjadi Sekjen MPR pada 2016 saat era Zulkifli Hasan yang merupakan Ketua Umum PAN menjadi Ketua MPR RI.
Kemudian, Maruf Cahyono baru melepas jabatannya saat Ketua MPR RI dipimpin Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo atau Bamsoet.
Profil Maruf Cahyono
Maruf Cahyono dilantik sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI pada Februari 2016.
Ia menggantikan Edi Siregar yang pensiun.
Maruf merupakan tiga kandidat calon Sekretaris Jenderal saat itu.
Penetapan Sekjen juga penilaian yang objektif dilihat dari kemampuan, akuntabilitas dan kapabilitas, bukan karena kedekatan dengan salah satu pimpinan atau siapapun.
Setelah hasil penilaian tim penilai dari berbagai kalangan, kemudian tahap terakhir adalah berdasarkan Tim Penilai Akhir di dalamnya ada Presiden dan Wapres RI.
Ia menjabat cukup lama sebagai Sekjen MPR, baru pada 2023 dia sudah lengser sebagai Sekjen MPR.
Baca juga: Situasi Politik Banyumas Memanas Jelang Pendaftaran di KPU, Lobi di Pusat Semakin Gencar
Saat hendak purna tugas di MPR, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo juga sempat menyinggung bahwa Maruf akan maju di Pilkada Banyumas.
Sebelum menjadi Sekjen MPR, Maruf sempat menjabat Kepala Biro Humas MPR.
Maruf Cahyono merupakan Sekjen MPR keempat selama masa reformasi.
Ia juga sempat menjabat sebagai Kepala Biro Puskaji atau Pusat Kajian Strategis MPR RI.
Latar belakang pendidikan, Maruf Dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan Bidang Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung atau Unissula Semarang.
Ia juga merupaakn Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Institute of Business Law and Management (IBLAM).
Maruf juga merupaakn alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed Purwokerto, Banyumas.
Baca juga: Seluruh Ketua DPAC PKB Banyumas Dukung Lintarti Berpasangan dengan Sadewo dalam Pilkada 2024
Tokoh Inspiratif
Dilansir dari Tribunnews, Maruf Cahyono masuk dalam daftar 100 Tokoh Inspirasi Jawa Tengah.
Beberapa tokoh lainnya yang masuk dalam daftar mulai dari Presiden Joko Widodo, beberapa orang menteri asal Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranomo, para tokoh pengusaha asal Jawa Tengah seperti Michael Bambang Hartono, ulama seperti KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, seniman seperti dalang Manteb Sudarsono, para bupati/walikota, dan lain-lain.
Para tokoh itu masuk dalam buku '100 Tokoh Inspirasi Jawa Tengah' yang diluncurkan pada Minggu (1/3/2020) di Hotel Semesta, Semarang.
Dalam pengantar buku setebal 494 halaman ini Bambang Sadono menulis buku '100 Tokoh Inspirasi Jawa Tengah' ini berusaha menggali sisi-sisi keuletan dan kegigihan perjuangan para tokoh.
Selain berprestasi mereka juga mempunyai karakter yang layak diteladani.
Dalam buku ini secara khusus Bambang Sadono menulis tentang profil Sekjen MPR Maruf Cahyono.
Bambang menyebut Maruf Cahyono sebagai 'pejabat pemikir'.
"Maruf dikenal sebagai pejabat pemikir karena sebelum menjadi Sekretaris Jenderal, dia pernah menjadi Kepala Biro Humas dan lama menjabat sebagai Kepala Pusat Pengkajian MPR," tulis Bambang Sadono.
Maruf Cahyono, tulis Bambang, dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya oleh Presiden pada tahun 2017 karena telah banyak memberikan kontribusi untuk mendukung kinerja MPR.
Di antaranya, gagasan pembentukan Lembaga Pengkajian MPR sebagai laboratorium konstitusi yang bertugas memberikan pertimbangan terkait pengkajian sistem ketatanegaraan.
Maruf juga aktif mendorong penataan sistem ketatanegaraan Indonesia.
Selama menjadi Sekretaris Jenderal MPR, Maruf Cahyono telah menorehkan prestasi dan menaikkan nilai Reformasi Birokrasi Setjen MPR.
Ini dapat dilihat dari apresiasi dan penghargaan yang diterima Sekretariat Jenderal MPR.
Pada September 2019, Sekretariat Jenderal MPR meraih penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan selama lima tahun berturut-turut (2014 – 2018) tanpa jeda.
Pada saat yang sama, Setjen MPR juga mendapat BMN Award, yaitu penghargaan dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
Pada Pebruari 2020, Sekretariat Jenderal MPR mendapat apresiasi dari BPKP karena telah mencapai maturitas level 3 dalam Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).
Maturitas yang dimaksud adalah tanggung jawab instansi terkait, dalam pelaksanaan menjalankan SPIP secara efektif dan berkualitas.
Maruf Cahyono juga menjadi salah satu figur dari 73 tokoh berprestasi yang diberikan Obsession Media Group (tahun 2018). Lalu pada tahun 2019, Obsession Media Group menganugerahkan The Best Bureaucrat Awards.
Semua ini menunjukkan Maruf Cahyono tidak hanya sebagai 'pejabat pemikir' tapi juga pemimpin yang inspiratif dan kolaboratif mengabdi untuk negeri.
Maruf Cahyono bekerja penuh dedikasi tanpa kenal lelah.
Senang dalam bekerja--dia menyebutnya bekerja adalah sebagai ibadah--Maruf Cahyono tak kenal waktu bahkan bekerja hingga larut malam.
Di mana pun ditugaskan dan ditempatkan, Maruf Cahyono selalu ingin mendorong perubahan.
Maruf Cahyono dalam peluncuran buku itu menyatakan buku yang diluncurkan Bambang Sadono ini menjadi inspirasi bagi siapapun.
"Buku ini memiliki nilai strategis dalam rangka mengawal nilai-nilai Pancasila serta merawat ke-Indonesia-an kita."
"Ini menjadi penyemangat untuk membangun persatuan,” ujarnya.
"Dari 100 Tokoh Inspirasi Jawa Tengah ini kita bisa melihat testimoni sukses dari masing-masing tokoh yang memiliki prinsip hidup."
"Juga memiliki hubungan sangat kuat dengan nilai-nilai ideologi Pancasila karena tokoh adalah leader yang memiliki prinsip-prinsip kepemimpinan, sesuai makna yang terkandung dalam Empat Pilar MPR," imbuhnya. (*)
Baca juga: Pendaftaran Calon Bupati Banyumas Hanya 3 Hari, Mulai 27 Agustus 2024
| Bupati Terpilih Pilkada Banyumas Sadewo Siapkan Banyak Kejutan di Pemerintahannya |
|
|---|
| Jelang Pelantikan Bupati Banyumas Terpilih, Sadewo-Lintarti Pilih Ziarah ke Makam Orangtua |
|
|---|
| Pelantikan Sadewo-Lintarti Bupati Terpilih Pilkada Banyumas pada 20 Februari 2025 |
|
|---|
| Sah! Sadewo-Lintarti Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Terpilih, Pelantikan Tunggu Regulasi |
|
|---|
| Profil Bupati Terpilih Pilkada Banyumas, Sadewo Tri Lastiono |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/maruf-cahyono-rachmat-imanda-rekomendasi-nasdem-pilkada-banyumas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.