Berita Wonosobo
Prosesi Tapa Bisu 600 Orang di Wonosobo, Semua Lampu Kota Padam
Rombongan berjalan dari depan Klenteng Hok Hoo Bio Wonosobo menuju Pendopo Bupati tanpa suara dan hanya membawa obor di tangannya.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Prosesi tapa bisu berlangsung gelap gulita dan sunyi. Seluruh lampu kota di Wonosobo dipadamkan sejak pukul 19.00 WIB menjelang prosesi tapa bisu dimulai hingga prosesi selesai, Selasa (23/7/2024) malam.
Rombongan berjalan dari depan Klenteng Hok Hoo Bio Wonosobo menuju Pendopo Bupati tanpa suara dan hanya membawa obor di tangannya.
Dalam prosesi tapa bisu, dibawa air suci dari Tuk Sampang dan Tanah Makam Ki Ageng Wonosobo (Siti Bantolo) yang diambil saat proses Bedhol Kedaton Selasa siang di Desa Plobangan.
Baca juga: Sejarah Berdirinya Kabupaten Wonosobo, Pernah Jadi Basis Kekuatan Laskar Pangeran Diponegoro
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo menjelaskan, prosesi tapa bisu dilaksanakan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.
"Tapa bisu kali ini diikuti sebanyak kurang lebih 600 orang yang berasal dari Desa Plobangan Kecamatan Selomerto, yang dulunya pusat pemerintahan Wonosobo ada di sana," ucapnya.
Tapa bisu menggambarkan sebuah ritual menghadap Tuhan melalui doa sehingga harus dilakukan secara hikmat dan suasana hening.
Setelah rombongan tapa bisu tiba di Pendopo Bupati, disambut Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo, One Andang Wardoyo.
Baca juga: Warga Lintas Agama Disatukan Tradisi Grebeg Suran di Wonosobo
Air suci Tuk Sampang dan Siti Bantolo yang dibawa diserahkan ke pimpinan daerah.
Birat Sengkolo
Acara dilanjutkan dengan prosesi Birat Sengkolo yakni proses mencampurkan 7 sumber mata air yang sudah diambil dari berbagai penjuru wilayah di Kabupaten Wonosobo.
Antara lain air dari Tuk Bimo Lukar, Tuk Goa Sumur, Tuk Mudal, Tuk Tempurung, Tuk Kaliasem, Tuk Surodilogo dan Tuk Sampang.
Air tersebut akan didoakan untuk nantinya akan dipercikan oleh Bupati Wonosobo saat acara Pisowanan Agung pada Rabu (24/7/2024).
"Nanti ditutup tengah malam dengan prosesi jamasan pusaka panji-panji daerah," imbuh Kadis Agus.
Puncak acara Hari Jadi Kabupaten Wonosobo akan berlangsung Rabu di Alun-alun Wonosobo dengan prosesi Pisowanan Agung. (*)
Baca juga: Sejarah Ki Ageng Wonosobo Cucu Raja Brawijaya V, Dimakamkan di Desa yang Asri
| Warga Wonosobo Mulai Bersih-bersih dan Tata Kembali Bangunan yang Rusak Diterjang Angin Kencang |
|
|---|
| Kesaksian Warga soal Kecelakaan Beruntun di Parakan-Kertek Wonosobo, Slamet: Truk Sudah Kemebul |
|
|---|
| Wonosobo Klaim Aman dari KLB Campak di Tengah Lonjakan Kasus Nasional, Ini Datanya! |
|
|---|
| Tahun Ini Sekolah Rakyat Wonosobo Buka Kelas untuk SD dan SMP, Target Total 300 Siswa Baru |
|
|---|
| Diguyur Hujan Deras, Jalan ke Dieng Sempat Terendam dan Macet akibat Luapan Sungai di Wonosobo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/prosesi-tapa-bisu-hut-wonosobo.jpg)