Rabu, 29 April 2026

Berita Bajarnegara

5729 Anak di Banjarnegara Tidak Sekolah, Terungkap Alasannya

pendataan terhadap anak sekolah (ATS) dilakukan untuk pendataan, pemantauan, dan meminimalisir angka anak tidak sekolah (ATS) tersebut.

Tayang:
Editor: khoirul muzaki
Istimewa
kegiatan pendampingan pengembalian anak tidak sekolah (ATS) di Desa Bandingan Kecamatan Rakit Selasa (9/7/2024). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA — Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Banjarnegara saat ini tercatat masih ada 5.729 anak yang tersebar di hampir semua kecamatan di Banjarnegara.

Sebagai upaya untuk mengurangi jumlah ATS, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) bersama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjarnegara terus melakukan pendampingan kepada anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Banjarnegara.


Kepala Baperlitbang melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Baperlitbang Fajar Anggun Savitri, S.Stp mengatakan, pendataan terhadap anak sekolah (ATS) dilakukan untuk pendataan, pemantauan, dan meminimalisir angka anak tidak sekolah (ATS) tersebut.

Baca juga: Pakai Uang Kantor untuk Judi Online, Pegawai Koperasi di Banjarnegara Bikin Drama Jadi Korban Begal


“Kita melakukan sampling di dua desa yaitu di Desa Bandingan Kecamatan Rakit dan Desa Mertasari Kecamatan Purwanegara, hari ini di Desa Bandingan Rakit dan besok di Desa Mertasari dan selanjutnya akan dilakukan di desa-desa lainnya,” kata Anggun saat kegiatan pendampingan pengembalian anak tidak sekolah (ATS) di Desa Bandingan Kecamatan Rakit Selasa (9/7/2024).


Anggun menambahkan, di Desa Bandingan, Kecamatan Rakit ditemukan 9 ATS, sedangkan di Desa Mertasari Kecamatan Purwanegara tercatat ada 17 anak tidak sekolah karena berbagai sebab.


Satu persatu anak-anak tersebut didatangi oleh tim pendampingan ATS yang terdiri dari Dinas Pendidikan,Dinas Sosial, Baperlitbang, Kecamatan dan desa setempat.


Dari Sembilan ATS, di Desa Bandingan, tim menemukan permasalahan, seperti ada lebih suka menuntut ilmu di pondok pesantren, kendala biaya, tidak berminat sekolah namun berminat di pelatihan skill serta ada juga yang telah berkerja sehingga malas untuk kembali ke bangku sekolah.


“Setelah kita bujuk, beberapa anak mau kembali sekolah ,namun ada juga yang hanya ingin menekuni keahlian dengan mengikuti pelatihan kerja,” lanjut Anggun

Baca juga: 521 Mahasiswa Unsoed Mengabdi di Purbalingga, Diminta Bantu Atasi Kemiskinan dan Stunting


Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Banjarnegara Novianto Wijayakusuma mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah atau lembaga Pendidikan untuk menampung anak tidak sekolah.


“Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah atau Lembaga Pendidikan untuk menampung mereka agar bisa kembali mendapatkan Pendidikan baik di sekolah maupun di Lembaga Pendidikan,” ujarnya.


Novianto menambahkan pihaknya dengan pihak terkait lain akan terus melakukan pendampingan kepada ATS tersebut agar jumlahnya makin berkurang setiap tahunnya.


“Kita akan terus melakukan pendampingan,minimal ATS angkanya terus berkurang di Kabupaten Banjarnegara, tentunya dengan melibatkan dinas-dinas terkait,” katannya

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved