Minggu, 31 Mei 2026

Berita Jateng

Punya 15 Kecamatan dengan Daerah Berbukit, Wonosobo Hanya Punya 1 Pos Damkar Sampai Rekrut Relawan

Pengukuhan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Wonosobo dilakukan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Rabu (15/5/2024) di Pendopo

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
PEMKAB KEBUMEN
Ilustrasi petugas Damkar 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Sebanyak 70 orang dikukuhkan menjadi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Wonosobo.


Pengukuhan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Wonosobo dilakukan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Rabu (15/5/2024) di Pendopo Bupati.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Dudy Wardoyo mengatakan, pengukuhan relawan Redkar dilakukan mengingat kondisi geografis Kabupaten Wonosobo yang luas dan sebagian besar terdiri dari bukit-bukit. 


Dengan cakupan wilayah layanan 15 kecamatan, namun hanya memiliki satu pos pemadam kebakaran (Damkar) dengan sarana prasarana dan personil yang terbatas. 

Baca juga: UKT tak Berpihak ke Anak Miskin, Fitra Putri Supir Angkot di Wonosobo Mundur Kuliah di UIN Gusdur


Karena keterbatasan sarpras dan personil, ini sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat utamanya para relawan Damkar yang ada di wilayah kecamatan.


Sehingga untuk meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), BPBD Kabupaten Wonosobo membentuk relawan pemadam kebakaran yang disebut dengan Redkar.


Hal ini sebagai upaya penanggulangan dini kejadian kebakaran serta pencegahan dalam rangka mengurangi resiko kebakaran. 


"Sehingga rekan-rekan Redkar nanti bisa membantu tugas kami. Sebagai inisiator dan penggerak masyarakat dalam penanggulangan dini kejadian kebakaran," ungkap Kalak BPBD Wonosobo.

Baca juga: Yuk ke Cilacap UMKM Expo 2024 di Lapangan Krida Nusantara, Beragam Potensi Lokal Dipamerkan


Sementara itu, menurut Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, dengan dikukuhkannya Redkar Kabupaten Wonosobo ini menjadi sebuah langkah maju di tengah keterbatasan. 
 
"Mereka sangat penting dan dibutuhkan. Kejadian sering terjadi di desa terpencil. Damkar untuk menjangkau ke lokasi butuh waktu sehingga adanya relawan di wilayah desa atau kecamatan ini bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan secara dini ketika ada kebakaran," tuturnya.


Bupati berharap, Redkar mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketahanan lingkungan dari bahaya kebakaran, serta memantau kondisi lingkungan.


Bupati minta agar sesegera mungkin memetakan sarpras ataupun titik daerah rawan kebakaran di setiap wilayah.


"Untuk itu, Redkar diharapkan mampu bekerja secara cepat dan tepat, partisipatif, terkoordinasi dengan baik, dan mampu memberdayakan masyarakat turut serta dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran," tandasnya. (ima)

 

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved